Pendidikan

5 Permainan Anak Tradisional yang Dapat Mengasah Kecerdasan

Bermain adalah aktivitas yabg tak dapat dipisahkan dari anak-anak. Banyak sekali jenis permainan yabg dapat dimainkan anak baik yang tradisional maupun yang modern melalui gawai. Meskipun saat ini dengan perkembangan teknologi anak-anak lebih banyak menggandrungi permainan modern, tetapi baiknya anak juga dikenalkan dengan permainan tradisional yang tak kalah menyenangkan.

Selain untuk menghidupkan kembali permainan anak tradisional yang sudah mulai punah, ternyata melalui permainan-permainan tersebut dapat memberikan manfaat bagi perkembangan kecerdasan anak. Lalu, apa saja permainan tradisional yang seru dan dapat disukai anak jaman sekarang? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut:

Congklak

Permainan tradisional ini sepertinya sudah tidak asing lagi didengar di telinga masyarakat Indonesia. Congak merupakan permainan tradisional yang menggunakan papan berlubang sebagai media permainannya. Dimana pada papan tersebut terdapat 14 lubang dengan 2 lubang besar disetiap ujunganya. Permainan yang bisa dimainkan oleh dua orang ini bertujuan untuk mengumpulkan biji yang disebar di ketujuh lubang kecil kedalam lubang besar untuk menjadi pemenang. Permainan klasik ini selain seru dimainkan ternyata dapat melatih otak kiri anak bekerja aktif dengan perhitungan numerik, dimana selama permainan anak akan didorong untuk berpikir dengan menyusun strategi agar memperoleh angka yang lebih besar dari lawan.

Engklek

Permainan anak tradisional yang dapat melatih kecerdasan anak selanjutnya adalah engklek. Permainan ini dimulai dengan cara menggambar kotak-kotak di atas tanah sebagai bidak permainan, kemudian masing-masing pemain dipersilahkan bermain dengan cara melompati tiap kotak-kotak yang digambar menggunakan satu kaki. Permainan ini memang paling banyak dimainkan oleh anak perempuan, tetapi tak jarang juga anak lelaki ikut memainkannya. Engklek ini dapat dikatakan permainan paket lengkap, dimana permainan ini memadukan latihan fisik (melompat, berlari, jongkok) juga melatih kemampuan berpikir logis dan kreatif, karena dalam permainan ini anak didorong untuk membuat pola jalur pijakan yang dapat membantu mereka memenangkan permainan.

Layang-layang

Permainan tradisional selanjutnya yang mampu mengasah kecerdasan adalah layang-layang atau layangan. Permainan ini ternyata dapat melatih kecerdasan anak, dimana anak akan didorong daya pikir, kemampuan intelektual dan emosional, hingga kemampuan motoriknya dimulai dari pembuatan rangka layangan dari bambu, hingga proses penerbangan layangan yang butuh penyesuaian dengan arah angin. Meskipun layangan banyak diminati anak laki-laki, tetapi tidak salah juga jika anak perempuan diajak untuk bermain layangan loh.

Bentengan

Kemudian, permainan lain yang dapat melatih kecerdasan anak adalah bentengan. Dalam permainan ini anak akan dilatih kemampuan berpikirnya untuk menyusun strategi agar dapat memenangkan permainan. Permainan anak tradisional ini juga bagus untuk melatih kemampuan sosialisasi anak, dimana mereka diharuskan untuk membangun kerjasama tim selama permainan. Satu lagi manfaat permainan ini yang tak kalah penting yaitu dapat melatih kemampuan fisik anak, dimana selama permainan anak dituntut untuk mengolah gerak tubuh seperti berlari.

Mobil-mobilan

Sama halnya dengan bermain layangan, permainan mobil-mobilan tradisional ini juga dapat mengasah kemampuan intelektual atau daya pikir anak dalam merancang desain mobil. Selain itu, anak juga dilatih kecerdasan emosionalnya, dimana ia dituntut untuk bersabar merangkai mobil dari bagian-bagian terkecil. Permainan ini selain seru untuk dimainkan, juga dapar melatih kreativitas sehingga anak cerdas secara intelektual dan emosional.

Itulah beberapa permainan tradisional yang dapat dimainkan untuk melatih kecerdasan anak. Cobalah untuk mengenalkan permainan anak tradisional tersebut, karena selain seru juga dapat mengurangi efek samping permainan modern yang menimbulkan efek sampin baik secara sosial seperti anak menjadi apatis dan asosial, maupun secara fisik dimana mata anak menjadi rabun karena terlalu sering bermain permainan gawai. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close