Travel

9 Kuliner Tradisional yang Wajib Dicoba saat Liburan ke Nepal

Ketika mendengar nama Nepal, hal pertama yang terlintas di kepalamu mungkin kuil kuil megah atau mendaki Gunung Everest. Padahal, liburan ke Nepal bukan hanya tentang menjelajahi kuil kuil megah, berjalan di antara bangunan kuno bersejarah atau mendaki Gunung Everest saja. Lebih dari itu, Nepal ternyata negara yang kaya dengan kulinernya.

Liburan ke Nepal tentu tak lengkap tanpa icip kuliner tradisional khas Nepal. Nah, sebelum merencanakan liburan ke Nepal, ada baiknya kamu mencatat sejumlah kuliner tradisional khas Nepal yang bisa kamu icip. Roti sel merupakan kuliner tradisional khas Nepal yang mirip donat karena diolah dengan cara digoreng dan bentuknya bulat dan bolong.

Roti sel mudah ditemui di warung warung pinggir jalan atau festival festival termasuk Maghe Saknkranti dan Tihar. Gundruk merupakan kuliner tradisional khas Nepal yang sangat populer. Gundruk dibuat dengan memfermentasikan sayuran hijau.

Gundruk umumnya dijadikan teman makan, seperti acar. Rasanya sedikit asam dan agak asin, dan cocok sebagai pelengkap hidangan kari. Newaris merupakan etnis Nepal penduduk asli lembah Kathmandu.

Budaya, masakan, bahasa dan arsitektur mereka tak jauh berbeda dengan yang ada di ibukota. Nah, Bara merupakan satu di antara kuliner tradisional khas Nepal yang jadi camilan populer Newaris. Bara merupakan kuliner tradisional khas Nepal yang mirip dengan pancake, tapi dibuat dari tepung beras, lebih tebal dan rasanya gurih.

Bara bisa dimakan 'polos' atau dihidangkan dengan daging cincang. Chatamari adalah kuliner tradisional khas Nepal yang sangat populer di Kathmandu. Chatamari juga sering disebut pizza nya orang Nepal karena bentuknya bulat pipih seperti pizza, diberi berbagai topping gurih termasuk bawang, daging cincang, telur, cabai dan aneka rempah.

Yomari merupakan kuliner tradisional khas Nepal yang biasanya hadir dalam festival atau ritual khusus yang dirayakan pada bulan Desember, yaitu Yomari Punhi. Yomari berbentuk seperti ikan yang dibuat dari tepung beras dan diisi campuran molase manis atau kelapa. Selain ada saat Festival Yomari Punhi, makanan ini juga bisa ditemukan di The Village Cafe di Pulchowk di Patan dan beberapa supermarket di Kathmandu.

Chiura merupakan The Village Cafe di Pulchowk di Patan yang dibuat dari beras yang digepuk dan dikeringkan supaya tetap segar dan tahan lama. Chiura bertekstur kering dan renyah, jadi cocok sebagai teman makan kari atau hidangan berkuah lainnya. Sandheko merupakan salad pedas khas orang Newari.

Sandheko biasanya dibuat dengan kentang atau kacang, cabai, bawang mentah, ketumbar, dan aneka rempah khas Nepal. Momos sering disebut pangsit dari Tibet, tapi makanan ini juga banyak dijumpai di Nepal. Jadi, tidak salah jika momos juga disebut kuliner tradisional khas Nepal.

Momos terbuat dari kulit pangsit diisi sayuran cincang halus dan daging, kemudian dikukus atau digoreng. Momos dari Nepal biasanya dihidangkan bersama saus rempah pedas. Juju dhau atau 'king curd' adalah yoghurt lembut dan manis yang disajikan dalam pot tanah liat.

Kuliner tradisional khas Nepal yang satu ini bisa kamu temukan di kota Bhaktapur. Juju dhau dibuat dari susu kerbau, jadi rasanya jauh lebih kaya daripada yogurt susu sapi biasa. Juju dhau merupakan hidangan penting dalam berbagai perayaan etnis Newari dan harus dicoba ketika mengunjungi Bhaktapur.

Icip kuliner tradisional khas Nepal belum lengkap kalau belum mencoba yang namanya Dal Bhat. Dal Bhat bisa dibilang termasuk jenis masakan pokok khas Nepal yang bisa ditemukan dengan mudah di warung rumahan atau restoran. Dal Bhat berupa nasi dan kari yang dihidangkan dengan berbagai sayuran rebus, acar, papad dan dadih.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close