Travel

Ada Glamping hingga Sky View 10 Tempat Wisata di Jogja buat Liburan Natal & Tahun Baru

Libur Natal dan Tahun Baru sebentar lagi. Sudahkah traveler menyusun daftar destinasi wisata yang akan dikunjungi di Yogyakarta? Mulai dari pantai, gunung semua ada di sini. Bagi traveler yang suka memacu adrenalin, ada juga wisata Jeep Merapi yang siap membuat hati traveler berdebar debar sepanjang jalan.

Di sini, traveler bisa mencoba perjalanan di sekitar lereng Gunung Merapi dengan menggunakan mobil Jeep yang telah tersedia. Rute yang ditempuh bermula dari Parkiran Tlogo Putri, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem dan kembali lagi ke Kaliurang. Namun, jika traveler mengambil rute lebih panjang, bukan tidak mungkin traveler akan menyusuri petilasan Mbah Maridjan yang cukup tersohor itu.

Berapa harga menyewa Jeep di Merapi? Ini tergantung dari seberapa jauh traveler ingin menyusuri. Ada tiga paket yang bisa traveler pilih, mulai dari Short Trip, Medium Trip hingga Long Trip dengan merogoh kocek sebesar Rp 400 Ribu hingga Rp 550 Ribu. Tak hanya itu, traveler juga bisa menikmati trip untuk melihat sunrise seharga Rp 450 Ribu dengan durasi 2,5 jam dimulai pukul 04.30 pagi. Glamping De'Loano letaknya berada di Purworejo, destinasi wisata ini dijamin tak akan mengecewakan untuk dinikmati bersama keluarga.

Glamping De'Loano merupakan tempat berkemah yang lagi hangat hangatnya di perbincangkan di media sosial. Glamping sendiri merupakan singkatan dari kata glamour camping . Glamping De'Loano sudah dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap seperti glamp camp, home pod , karavan, toilet, restoran, area parkir hingga festival musik.

Bagi pengunjung yang datang ke tempat ini tanpa menginap, tidak dikenakan biaya masuk. Tarif menginap untuk di De'Loano kurang lebih Rp600.000, untuk 6 orang dan Rp 200.000 untuk 2 orang. Para pengunjung yang menginap juga sudah disediakan makanan, minuman dan cemilan. Watu Giring ini memanjakan mata traveler dengan sejumlah batuan yang kokoh nan unik.

Jika dilihat dengan seksama, setiap batu yang ada di tempat itu seperti dipahat, sehingga terlihat seperti berjenjang. Watu Giring ini bukan yang ada dengan sendirinya. Destinasi ini ternyata merupakan bekas tambang batu kapur. Tidak diketahui, sengaja ataupun tidak bekas tambang yang telah berusia puluhan tahun ini menyerupai bangunan candi kuno.

Struktur bangunannya tertata apik dan cantik, sehingga memang jika dilihat sekilas bangunannya menyerupai bentuk candi candi kecil yang berundak. Bahkan saking uniknya, banyak yang menyebutkan jika destinasi wisata ini mirip dengan wisata Bukit Breksi di Sleman. Banyak dari pengunjung yang menyangka bahwa bekas penambangan batu tersebut merupakan candi.

Akan tetapi berkali kali pula pengelola menjelaskan bahwa tempat itu hanyalah bekas penambangan biasa. Berapa retribusi untuk menikmati keindahan alam di Watu Giring? Di sini kelebihannya. Traveler tinggal merogoh kocek biaya parkir sebesar Rp2.000 Rp5.000 saja.

Heha Sky View memang baru saja dibuka pada 2019. Tempat wisata ini menjadi ramai pengunjung sebab menjadi perbincangan di media sosial beberapa waktu lalu. Heha Sky View kini sedang naik daun lantaran tempat tersebut menawarkan pemandangan alam khas perbukitan dan tentu saja instagramable. Meski baru saja dibuka tempat tersebut mampu menarik perhatian para treveler atau pemburu foto cantik untuk datang ke destinasi yang terletak di Gunung Kidul ini.

Untuk menikmati panorama alam nan mempesona, para pengunjung wajib membeli tiket dengan tarif Rp10.000/orang pada pukul 10.00 16.30. Jika ingin menikmati gemerlap lampu Jogja dan berkunjung pada pukul 16.30 23.30, pengunjung akan dikenakan biaya Rp15.000/orang. Heha Sky View sendiri merupkan sebuah restoran yang terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi dengan spot foto selfie di antaranya teras kaca, sky bridge dan kolam.

Bagi pengunjung yang ingin berpose di teras kaca akan dikenakan biaya kurang lebih Rp30.000 dan untuk jasa sewa foto Rp5.000. Heha Sky View ini terletak di Jalan Dlingo Patuk, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung memerlukan waktu 43 menit atau 18,6 kilometer dari kota Yogyakarta.

Dari pusat Yogyakarta ambil arah jalan Wonosari lalu lurus saja ke timur sampai ke Piyungan dan menuju ke Bukit Bintang. Tetap ikuti jalur tersebut hingga menemukan pos PJR Patuk lalu belok ke arah kanan sampai menemukan pertigaan. Sampai pertigaan ambil arah ke kanan dan tetap ikuti jalan hingga menemukan Heha Sky View. Kulon Progo memang tak kalah indah dengan kawasan Gunungkidul maupun Bantul. Tak sedikit destinasi wisata di tempat ini bisa dijadikan tempat alternatif ketika akhir pekan tiba.

Sebagai contoh, wilayah Waduk Sermo dan Perbukitan Menoreh tetap layak dikembangkan sebagai objek wisata. Perpaduan bukit hijau, danau dan langit biru membentuk sebuah panorama alam nan eksotis. Cocok untuk traveler yang mencari tempat melepas penat usai bekerja seminggu.

Adapula tempat wisata Pule Payung Wisata Alam. Letaknya berada di Dusun Suropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 500 mdpl sehingga memungkinkan melihat panorama alam indah di bawahnya yang penuh dengan pepohonan hijau.

Untuk masuk ke Pule Payung sendiri hanya dibutuhkan Rp5.000 saja. Untuk mencoba berfoto di setiap spot, harga tiket masuk mencapai Rp 10.000 Rp15.000. Sesuai namanya, tempat tersebut dipenuhi pasir. Tentu, ini menjadi tempat wisata unik yang bisa traveler kunjungi bersama keluarga atau orang terkasih. Di sini, traveler bisa berselancar diantara pasir atau yang kerap dinamakan sandboarding.

Maka, traveler tak perlu jauh jauh ke Amerika maupun Tiongkok untuk merasakan eksotisme gurun pasir Mojave ataupun Gobi. Sandboarding sendiri merupakan olahraga yang mirip dengan snowboarding. Hanya, aktivitas ini tidak dilakukan di daerah pegunungan bersalju, tapi di daerah kering dan berpasir. Meski olahraga ini jarang dimainkan, tapi termasuk aman. Apalagi, pelatih selancar juga tidak berada jauh dari tempat berselancar.

Untuk mencoba sandboarding , traveler cukup merogoh kocek Rp100 ribu sudah termasuk penyewaan papan selancar. Lokasinya sendiri tidak jauh dari Kota Yogyakarta, hanya di Jalan Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Bagi traveler yang sudah mencoba sandboarding , cobalah mengambil foto foto di tempat ini.

Selain cantik, Gumuk Pasir memberikan kesan mengesankan, Panoramanya yang unik juga menjadikan lokasi ini sebagai favorit untuk menggelar sesi pre wedding. Bagi yang tertarik berkunjung ke sini, disarankan untuk datang di pagi hari atau menjelang sore. Sebab kala memasuki tengah hari, udara panas yang ada di Gumuk Pasir Parangtritis bisa cukup menyengat. Ada banyak wisata di Yogyakarta yang tak dimiliki daerah lain, seperti Gua Kalisuci yang terletak di Gunungkidul.

Tak hanya menawan dengan stalakmit dan stalaktitnya, Gua Kalisuci ini juga memiliki sungai yang bisa disusuri dengan ban karet. Bagi para penggemar K Pop, tentu tahu tempat ini. Beberapa waktu lalu, ketika ke Indonesia, aktor Lee Seung Gi turut menyambangi Gua Kalisuci setelah ia jajan di Lupis Mbah Satinem. Gua Kalisuci menawarkan sesuatu yang unik untuk para wisatawan yang sedang menikmati liburan di Yogyakarta, yakni menyusuri sepanjang sungai yang berada di dalam gua.

Kegiatan yang diberi nama cave tubing ini mengombinasikan susur gua dengan arung jeram. Di tempat ini, pengunjung bisa merasakan keseruan saat ban meluncur, membelah perut gua dan menyusuri aliran sungai. Jeram jeram yang ada di sepanjang perjalanan membuat perjalanan menjadi lebih menantang. Maka, sebelum melakukan kegiatan ini, traveler sebagai wisatawan perlu yakin terlebih dahulu.

Tertarik? traveler cukup merogoh kocek Rp75 ribu per orang untuk menikmati tantangan di sepanjang Gua Kalisuci. Harga sudah termasuk penyewaan alat alat keamanan. Bagaimana menuju ke Gua Kalisuci? Traveler bisa menggunakan kendaraan sendiri, mengingat belum ada angkutan umum yang melayani jalur menuju tempat ini.

Dari arah Yogyakarta para wisatawan dapat menyusuri jalan Jogja – Wonosari – Kecamatan Semanu – Gua Kalisuci. Jarak antara Wonosari denga Kalisuci sekitar 10 km. Bagi traveler yang mengetahui mitologi Hindu, tentu tidak asing dengan istilah Mahesa Sura dan Lembu Sura.

Betul, keduanya adalah mitos di zaman Hindu menggambarkan sosok laki laki berkepala kerbau dan berkepala lembu. Konon katanya, Gua Kiskendo yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo adalah kediaman mereka berdua. Di tempat itu, terjadi pula pertempuran Subali dan Sugriwa melawan Lembu Sura dan Mahesa Sura.

Pertempuran itu sengit, memiliki intrik politik yang cukup tinggi. Nah, penasaran dengan nasib keempatnya? Untuk melihat apa yang terjadi setelah peperangan itu, traveler bisa mengunjungi Gua Kiskendo tersebut. Di sini, bakal terlihat relief di dekat mulut gua yang menggambarkan pertarungan antara keempat makhluk hidup itu.

Selain menjadi tempat bertarung, ternyata Gua Kiskendo acapkali menjadi tempat bertama leluhur. Tak heran, gua ini disakralkan oleh masyarakat. Katanya, gua ini sering dipakai untuk beberapa ritual. Tempat ini, ratusan abad lalu, digunakan nenek moyang untuk mencari ketenangan batin lewat bertapa. Memasuki gua, traveler akan menemukan sembilan ruangan kecil yang dijadikan tempat pertapaan.

Salah satu orang yang pernah bertapa di tempat itu adalah Ki Hadi Sugito, dalang legendaris dari Kulonprogo. Diceritakan, pada tahun 1964, ia pernah berada di dalam gua selama lima hari dan tidak sedikit pun melangkahkan kaki keluar dari gua. Padahal, suasana di dalam sangat sepi, dingin dan cukup gelap akibat sedikitnya sinar matahari masuk.

Mengetahui hal ini, jika traveler ingin melihat ke dalam Gua Kiskendo, pastikan traveler membawa penerangan yang cukup dan sepatu yang nyaman. Sesaat setelah memasuki mulut gua, mungkin traveler akan disambut puluhan sarang laba laba. Mereka menempel di bibir gua. Mulai dari sini, matahari semakin menciut ketika traveler menuruni sejumlah tangga untuk mencapai kebawah.

Menengok ke atas, traveler menjumpai stalaktit yang hingga kini masih lestari. Tentu, stalaktit itu bisa menjadi salah satu obyek pendukung saat traveler mengabadikan momen di dalam gua tersebut. Namun, sebaiknya traveler juga menggunakan topi saat masuk. Hal ini dikarenakan air acapkali menetes dari atas gua sehingga air itu menciprati rambut pengunjung. Tak heran, di dalam gua ini juga mengalir sungai bawah tanah yang katanya tidak pernah kering meski di musim kemarau.

Total ada 9 situs pertapaan yang ada di sana. Adapun namanya adalah Pertapaan Tledek, Kusuman, Padasan, Santri Tani, Semelong, Lumbung Kampek, Selumbung, Seterbang, dan Sekandang. Cukup dengan merogoh kocek Rp2.000 saja jika traveler menggunakan motor. Sementara, para pengguna mobil juga dikenakan biaya untuk parkir sebesar Rp5.000. Untuk mencapai kesana, traveler harus memacu kendaraan sepanjang 28 km. Jalan yang bisa traveler tempuh menuju Gua Kiskendo adalah melewati Jalan Godean, kemudian menuju ke arah Kulonprogo dengan menyusuri Jalan Raya Kaligesing.

Meski petunjuk arah menuju gua minim, tapi traveler bisa bertanya dengan para penduduk. Biasanya, mereka akan mengarahkan pengunjung yang tersesat. Ingin sekali kali mencoba wisata yang menantang di Yogyakarta? Mungkin Gua Jomblang di Kabupaten Gunungkidul adalah destinasi yang tepat untuk traveler pencinta tantangan.

Gua Jomblang ini sempat dikunjungi idola Korea Selatan, Lee Seung Gi, Selasa (3/9/2019). Saat itu, Seung Gi dan aktor Taiwan Jasper Liu memang sedang melakukan syuting untuk acara terbarunya yang segera tayang di Korea Selatan. Tidak seperti gua pada umumnya yang berbentuk horizontal, Gua Jomblang adalah salah satu gua vertikal di Indonesia. Otomatis, cara memasukinya pun berbeda dan harus menggunakan alat alat standar agar tetap selamat saat memasuki gua itu.

Namun traveler tak perlu khawatir, hanya dengan merogoh Rp450 ribu hingga Rp1 juta, traveler bisa menyewa peralatan lengkap untuk menyusuri keindahan gua purba tersebut. Ditambah, traveler akan ditemani pemandu, mengingat ada teknik khusus yang harus dikuasai pengunjung apabila ingin masuk ke Gua Jomblang. Untuk masuk ke dalam gua, ada dua jalur, yakni jalur 40 meter dan 80 meter.

Tentu, jika traveler adalah pecinta tantangan, maka sebaiknya memilih ketinggian 80 meter dan harus menuruni hanya dengan satu tali. Sampai sini, adrenalin traveler sudah mulai terpacu? Dibutuhkan waktu paling tidak 2 jam saat memasuki gua karena harus mengantri dengan orang lain.

Jika traveler memiliki waktu luang dan ingin berwisata batin, traveler cocok pergi ke Gua Langse. Gua itu merupakan tempat yang indah untuk menikmati panorama laut selatan dari dataran tinggi. Jika traveler mempunyai jiwa petualang dan suka dengan tantangan, maka traveler bisa mencoba berkunjung ke Gua Langse yang terletak di Gabuk Girisubo Purwosari, Gunungkidul.

Gua ini berada di tebing pantai selatan pulau jawa menghadap sisi barat, berjarak 11 KM dari Pantai Parangtritis. Konon katanya, Gua Langse dipercaya oleh masyarakat sekitar memiliki aura yang magis karena dulunya pernah menjadi tempat pertapaan beberapa tokoh seperti Senopati, Sunan Kalijogo, Syekh Siti Jenar dan Syekh Maulana Maghribi. Gua tersebut tentu berbeda dari gua gua pada umumnya.

Untuk menuju ke Gua Langse traveler harus sangat ekstra hati hati, pasalnya gua tersebut berada di bibir tebing Pantai Selatan. Perlu diperhatikan, untuk menuju ke Gua Langse yang terkenal itu, traveler sebaiknya menggunakan sepatu yang anti selip, air minum serta mengenakan pakaian yang nyaman. Bawa barang barang secukupnya untuk menyusuri Gua Langse. Dengan begitu, traveler tidak akan merasa keberatan ketika menuju gua.

Sesampainya di gua, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan perkataan. Dengan begitu, alam yang masih murni di dalam gua tetap terjaga kelestariannya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close