Sport

Amartha Hangtuah Langsung Berbenah capai Hasil Kurang Memuaskan di Seri 1 Semarang

Tim Basket Amartha Hangtuah meraih hasil kurang memuaskan pada seri pembukan IBL 2020 di GOR Sahabat Semarang, 10 12 Januari. Amarhta Hangtuah hanya meraih sekali kemenangan dari tiga laga yang mereka lakoni. Kemenangan Hangtuah diperoleh pada laga perdana saat menghadapi Satya Wacana Salatiga, 115 109.

Sementara itu di dua laga selanjutnya, tim asal Jakarta tersebut justru tampil buruk sehingga menelan kekalahan. Laga kedua kalah dari NSH Jakarta, 84 93 dan di laga ketiga yang bergulir hari ini, Minggu (12/1/2020) kalah dari Prawira Bandung, 92 69. Seusai laga, Komisaris Amartha Hangtuah, Musab Mochammad mengaku agak kecewa dengan raihan anak asuhnya.

Bahkan ia mengatakam sebelum seri kedua Bandung, timnya bakal dievaluasi untuk melihat kekurangan yang menyebabkan kalah di dua laga terakhir. “Sampai Jakarta ini kita segera evaluasi. Ada bahan evaluasi dari mulai masuk lapangan sampai menang istilahnya. Itu kita pikirin sekarang,” kata Musab. “Nanti kita evaluasi dulu internal.Tidak cuma pemain saja yang kita pikirin, semuanya juga. Termasuk tadi antisipasi kelelahan pemain dan persiapan sebelum tanding,” sambungnya.

Meski mendapatkan hasil kurang memuaskan di seri pertama ini, di siai lain Musab juga mengaku senang dengan timnya lantaran tampil produktif terutama di laga perdana kontra Satya Wacana Salatiga. “Kita meraih poin tertinggi selama seri Semarang dalam pertandingan pertama lawan Satya Wacana, termasuk pemain asing kita Cotton juga bikin 44 poin pada pertandingan tersebut,” “Pertandingan kedua juga kita bisa di atas 80 poin, itu menandakan kita juga tinggi. Rata rata poin tiap pertandingan di banding tim tim lain,” jelasnya.

Setelah seri pertama di Semarang. IBL 2020 giliran masuk ke seri kedua yang akan berlangsung di GOR Citra Arena, Bandung pada 17 19 Januari 2020.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close