Metropolitan

Anies Perintah Pindahkan Kabel Semrawut ke Bawah Tanah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan pindahkan kabel kabel udara ke bawah tanah. Nantinya sebagian wilayah Jakarta akan bebas dari kabel kabel listrik yang kerap mengganggu keindahan. Hal itu diungkapkan Anies dalam akun Instagramnya @Aniesbaswedan pada Kamis (9/8/2019).

“Semalam melakukan inspeksi revitalisasi trotoar di Jalan Cikini Raya bersama jajaran @binamargadki,” kata Anies sambil bagikan foto foto inspeksi. Kata Anies, mendengar penjelasan dari Kepala Dinas Bina Marga Haru Nugroho jika revitalisasi trotoar harus diikuti dengan relokasi kabel udara yang kerap merusak keindahan kota. Selain itu juga akan dilakukan pencabutan tiang tiang utilitas yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pejalan kaki di trotoar.

“Pagi tadi, kabel dan tiang utilitas yang semrawut itu sdh dipotong dan dibersihkan. Ini paradigma baru dalam penataan utilitas di ibukota, semua jaringan utilitas dipindahkan ke dalam ducting bawah tanah,” jelas Anies. Ia menjelaskan kini Pemprov DKI Jakarta melalui program Kegiatan Strategis Daerah (KSD) dan Bina Marga DKI saat ini sedang mengerjakan proyek Revitalisasi Trotoar tersebut di beberapa ruas Jakarta. Yakni di Jalan Cikini Raya, Kramat Raya dan Salemba Raya.

“Revitalisasi trotoar ini untuk menciptakan ruang pejalan kaki (pedestrian) yang aman, nyaman dan ramah disabilitas,” terang Anies. Setidaknya kata Anies penataan kawasan melalui kebijakan yang berpihak bagi pejalan kaki ini akan menjadi koridor interaksi dan kreasi seni budaya untuk komunitas komunitas di Jakarta. Nantinya dengan fitur 100 m jalur trotoar ekspresi kreativitas (mural), spot seni dan budaya, akses baru menuju stasiun cikini, integrasi dengan halte bus pengumpan Transjakarta.

Selain itu juga trotoar sepanjang 10 Km di kedua sisi jalan akan dilengkapi dengan ubin pemandu, bollard, bangku, wayfinding sesuai dengan konsep complete streets dengan mengusung tema Trotoar Cikini Raya Kramat Raya dan Salemba Raya. Sebelumnya Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta juga sempat mengajukan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Raperda RPJMD) DKI Jakarta 2013 2017. Bedanya dalam RPJMD itu kabel kabel di seluruh kawasan Jakarta akan dimasukan ke dalam satu lobang besar yang dinamakan Deep Tunnel

Diberitakan Kompas.com Raperda RPJMD itu juga telah disampaikan kepada legislatif pada Selasa (5/3/2013). Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, proses pengerjaan deep tunnel bersifat penting. Kalaupun ada kajian yang mengatakan tak bisa dilakukan karena kondisi tanah di Jakarta relatif lembek, maka ia menyerahkan semuanya pada bantuan teknologi canggih.

"Kalau tanahnya lembek kan ada teknologi. Artinya di zaman seperti ini semua bisa direka," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (5/3/2013) malam. Mengenai biaya, kata Jokowi, pengerjaannya dilakukan tanpa menggunakan APBD. Seluruhnya diserahkan kepada pihak swasta yang ingin berinvestasi. Pembangunan baru dilakukan ketika kalkulasi selesai dilaksanakan. "Soal harga, hitungan tanah, kalau hitungannya masuk ya masuk. Mau harga Rp 4 triliun atau Rp 6 triliun, itu swasta. Kemarin yang datang dari China. Kalau investornya berani, ya masuk," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa Jakarta membutuhkan terowongan raksasa di dalam tanah atau disebut dengan deep tunnel. Terowongan ini dibutuhkan untuk mengatasi persoalan banjir yang berimbas pada kemacetan parah. Kebutuhan ini dinilai mendesak sebab banjir dan macet semakin mengganggu aktivitas warga. Menurut Jokowi, deep tunnel nantinya bisa berfungsi untuk beragam kepentingan. Selain sebagai saluran air raksasa pada saat banjir, di saat yang lain juga bisa sebagai sarana transportasi.

Deep tunnel yang dimaksud mirip dengan smart tunnel yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Rencananya, deep tunnel akan membentang dari MT Haryono sampai Pluit. Namun saat proyek itu diumumkan belum ada investor pasti untuk mendanai proyek yang diperkirakan mencapai Rp 16 triliun itu. Namun, Jokowi percaya diri nantinya akan banyak yang berminat mendanai proyek tersebut. Kepercayaan diri Jokowi dilandasi karena ia berpikir bahwa deep tunnel tidak hanya berfungsi untuk pencegahan banjir, tetapi juga multifungsi untuk jalur kabel optik, kabel listrik, dan saluran air limbah.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close