Seleb

Arya Sebut Karen Pooroe Palsukan Identitas di RS Dituduh Pernah Alami Masalah Kejiwaan

Arya Satria Claproth membantah pernyataanKaren Pooroe,istrinya, yang menyebutnya sempat dirawat di rumah sakit jiwa selama empat tahun. Sebaliknya, Arya Claproth mengatakan Karen Pooroe telah melakukan kebohongan besar atas nama dirinya. Ihwal hal ini, Arya membeberkan bukti rekam medis atas namanya yang dibuat Karen Pooroe di salah satu rumah sakit bilangan Jakarta.

"Ini rekaman medis kejiwaan atas nama saya. Dalam rekaman nomor telepon yang terdaftar Karen," ujar Arya sambil menunjukkan bukti dalam wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020). Pada 21 Oktober 2019, kata Arya, Karen bertemu dengan seseorang dan membuat resep. Namun, lanjut Arya, Karen tidak membayar tagihan resep obat tersebut.

"Karen tidak mau membayar tagihan tersebut karena ini atas nama saya, jadi saya yang harus bayar tagihan," ucapnya. Lebih lanjut, Arya Claproth menambahkan Karen Pooroe telah memalsukan identitas di rumah sakit tersebut dengan sengaja. "Ini semua file baru yang dibuka oleh Karen. Karen membuat janjian dengan psikiater dengan memalsukan identitas saya dan membuka rekam medik punya saya. Data ini dibuat, saya ada bukti bukti yang kuat lagi," katanya.

Di sisi lain, kuasa hukum Arya, Andreas Nahot Silitonga mengaku belum melihat bukti rekam medis kliennya yang disebut Karen Pooroe mendekam di Rumah Sakit Jiwa. "Sampai saat ini saya tidak pernah melihat bukti kalau Arya pernah mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat selama empat tahun," ucapnya. Diberitakan sebelumnya, Karen Pooroe dalam wawancara beberapa waktu lalu sempat menyebut Arya Claproth pernah dirawat terkait masalah kejiwaan.

Saat itu, Karen Pooroe menyebut Arya Claproth dirawat di rumah sakit Jiwa selama empat tahun.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close