Regional

Ayahnya Utang Sabu Siswi SMP Tewas Setelah Diperkosa Pengedar Narkoba yang Menagih Hutang Pelaku

Nasib nahas dialami gadis muda berusia 16 tahun berinisial MA. Korban yang masih duduk dibangku SMP itu tewas setelah diperkosa oleh teman ayahnya yang datang menagih hutang. Pelaku diketahui bernama Suwabi Ikhsan (30) warga Kelurahan Sukasari, Kecamatan Solorangun.

Pelaku merupakan pengedar narkoba yang menagih hutang kepada ayah korban. Korban yang tak tahu menahu dengan persolan sang ayah malah jadi sasaran pelaku. Gadis berusia 15 tahun itu diperkosa lalu dibunuh oleh Suwabi di kebun karet tak jauh dari rumah korban.

Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto mengungkapkan, sebelum kejadian tersangka Suwabi sempat kerumah korban untuk mencari ayahnya. Kedatangan pelaku, untuk menagih hutang narkoba kepada ayah korban. Namun, saat itu, korban mengaku tidak tahu dimana keberadaan ayahnya.

Rupanya, pelaku tidak puas dengan jawaban korban. AKBP Deny Heryanto menjelaskna, AKBP Deny Heryanto peristiwa nahas yang menimpa korban itu terjadi pada tanggal 15 April 2020, saat itu korban memang sudah janjian dengan teman sekelasnya untuk belajar kelompok. Sekira pukul 15.00 WIB temannya sempat menghubungi korban dan menanyakan keberadaannya melalui pesan WA .

Pesan itu sempat ia baca namun tidak dibalas. Sekira pukul 15.00 WIB lewat, pesan WA yang tidak dibalas dan rekannya melanjutkan belajar kelompok sampai pukul 17.00 WIB. Hingga sore hari, korban tidak datang juga. Bahkan hingga pukul 18.00 WIB korban belum pulang ke rumah.

Karena khawatir orang tua korban pun mencari bersama pamannya. "Kemudian disusuri jalan dimana korban lewat, setelah disusuri ke dalam kebun karet. Ditemukan sebuah jilbab korban," katanya, Rabu (1/7/2020). Menurut Kapolres, peristiwa nahas yang menimpa korban itu terjadi pada tanggal 15 April 2020, saat itu korban memang sudah janjian dengan teman sekelasnya untuk belajar kelompok.

Korban MA (16) rencananya akan belajar kelompok ke Rt. 09 Sukasari dan pergi dari rumah seorang diri dengan jalan kaki. Gak jauh dari penemuan jilbab, ditemukan lagi sepatu sebelah kanan milik korban. Setelah dilihat pada jilbab korban ada bekas sayatan benda tajam. "Setelah itu jilbab itu ada bekas robekan karena senjata tajam," katanya.

"Setelah itu, gak lama, warga berhasil menemukan korban dalam keadaan tewas terlentang dan kondisi setengah telanjang dam berlumur darah," ujarnya. Wahabi mengaku sudah melakukan pembunuhan kepada anak rekannya sendiri pada pertengahan April lalu. Ia melakukan tindakan sadis lantaran kesal dengan sang ayah korban.

Ayah korban memiliki utang kepadanya, namun tak kunjung dibayar. Tak disangka, ia melakukan tindakan keji pada anak temannya sebagai pelampiasan. Didampingi Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto, Mahabi mengungkapkan itu.

Apakah Mahabi menyesal sudah melakukan hal itu kepada anak yang tidak bersalah itu menjadi korban? "Dak ado niat mau bunuh anaknyo, sangat menyesal," katanya, Rabu (1/7/2020). Dia mengaku ayah korban memiliki utang narkoba sebesar Rp 2,1 juta.

Menurutnya, ayah korban merupakan pengguna sabu dan pengedar sabu. "Pokoknyo dio utang narkoba (sabu). Dio janji bayar sore, malam dak jugo. Sudah 4 hari aku nunggu, akhirnyo aku ditelepon bos, aku nyari dio dak timbul timbul," katanya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close