Travel

Bisa Naik Pesawat, Mengapa Kim Jong Un Habiskan 60 Jam Naik Kereta untuk Temui Donald Trump?

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un sedang dalam perjalanan ke Hanoi, Vietnam, untuk pertemuan keduanya dengan Presiden AS, Donald Trump minggu ini. Setiap aktivitas pemimpin negara terisolasi itu selalu menarik perhatian dan menjadi sorotan. Kali ini, ada hal tak biasa yang dilakukan Kim Jong un dalam perjalanannya menuju Hanoi.

Dikutip dari laman AsiaOne.com, Kamis (26/2/2019), diketahui Kim memilih naik kereta selama 60 jam. Padahal, ia bisa menempuh perjalanan menggunakan pesawat yang hanya memakan waktu tiga atau empat jam. Hal ini pun membuat publik bertanya tanya, mengapa Kim memilih naik kereta yang sangat lama daripada naik pesawat yang lebih singkat?

Kim memulai perjalanan panjang dengan kereta pada Sabtu sore (23/2/2019). Ia berangkat dari stasiun kereta Pyonngyang sekitar pukul 4.30 sore. Jika Kim menuju ke stasiun Dong Dang di Vietnam (dilanjutkan pindah kendaraan untuk menyelesaikan perjalanan ke Hanoi), perjalanan dengan kereta diperkirakan akan memakan waktu sekitar 60 jam.

Dari Stasiun Dong Dang di Provinsi Lang Son, dibutuhkan sekitar tiga jam untuk mencapai Hanoi dengan mobil. Jarak garis lurus antara Pyonyang dan Hanoi adalah 4.500 kilometer. Para ahli menduga, alasan Kim naik kereta ke Hanoi karena kakeknya, Kim Il sung, pendiri Korea Utara, melakukan perjalanan untuk kunjungannya ke Vietnam pada tahun 1958 dan 1964, menggunakan pesawat terbang dan kereta api untuk mencapai Hanoi melalui China. Kim sering terlihat meniru kakeknya untuk memperkuat gagasan bahwa ia adalah penerus rezim Kim.

Saat kereta melewati China, perjalanan itu juga dipandang sebagai cara bagi Korea Utara untuk menjalin hubungan dekat dengan sekutunya. Kereta lapis baja juga dianggap sebagai pilihan yang lebih aman bagi Kim. Pasalnya, jet negara Korut, Chammae 1 sudah tua dan mereka kekurangan pilot berpengalaman.

Chammae 1 adalah IL 62M era Soviet, yang mampu menempuh jarak hingga 10.000 kilometer. Ketika Kim melakukan perjalanan ke Singapura pada KTT pertama dengan Trump pada Juni 2018 lalu, ia menyewa pesawat dari pemerintah Cina. Tak Hyun min, mantan pembantu presiden untuk Presiden Korea Selatan, Moon Jae in, mengatakan naik kereta sebagai pilihan yang baik bagi para pemimpun.

"Pertama, transportasi Kim bisa menjadi berita. Rombongan Kim membuat banyak cerita karena akan terlihat banyak tentara berbaris di stasiun. Bepergian dengan kereta api dari Korea Utara ke Vietnam juga memberi makna historis," tulis Tak Hyun min dalam posting Facebook nya pada hari Senin (25/2/2019). "Perlu diketahui pula, jalur kereta api di Pyongyang terhubung sepanjang jalan ke Vietnam, itu membangkitkan pemikiran bahwa kereta yang berangkat dari Busan bisa melewati Pyongyang untuk mencapai negara negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam," ungkapnya. Kereta yang dinaiki Kim sering disebut sebagai "hotel khusus" yang bisa bergerak.

Kereta ini memiliki label DF 0002, berbeda dari model yang diambil ayahnya Kim Jong il yang memiliki label DF 0001. Dilaporkan bahwa kereta khusus ini dibuat dengan fasilitas keamanan tingkat tinggi dan interior seperti hotel. Kim diharapkan tiba di Vietnam pada hari Selasa (26/2/2019).

Banyak laporan menyebutkan, Kim mungkin juga berhenti di daerah lain di Vietnam selama perjalanan ke Hanoi untuk memeriksa beberapa situs indutrial di sana. KTT AS Korea Utara kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Kim dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis, tetapi rinciannya belum dirilis.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close