Pendidikan

Bolehkah Sholat Duha Ditunaikan Berjamaah? Berikut Penjelasan dari Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan boleh tidaknya menunaikan Sholat Duha secara berjamaah. Ustaz Khalid Basalamah juga memberikan penjelasan apakah Nabi Muhammad pernah melakukan Sholat Duha secara berjamaah. Bagaimana penjelasan Sholat Duha dari Ustaz Khalid Basalamah ? simak yuk!

Sholat Duha merupakan salah satu Sholat Sunnah yang istimewa. Sholat Duha menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena di dalamnya memiliki banyak keutamaan. Banyak dalil dalam Hadis yang menunjukkan keutamaan Sholat Duha, seperti memohon ampunan dosa.

Sholat Duha hanya dikerjakan pada waktu pagi hari atau disebut sebagai waktu Duha. Waktu Duha adalah waktu pada saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta mulai dari terbitnya matahari (sekitar pukul 07.00 pagi) sampai waktu dhuhur (sekitar pukul 12.00 siang). Kemudian boleh tidak menunaikan Sholat Duha secara berjamaah?

Dikatakan Ustaz Khalid Basalamah, Sholat Duha ternyata tidak bisa dikerjakan secara berjamaah. Hal itu lantaran, Nabi Muhammad tidak pernah memberi contoh Sholat Duha secara berjamaah. Ustaz Khalid Basalamah kemudian membeberkan beberapa sholat sunnah yang bisa dikerjakan secara berjamaah.

"Tidak boleh, sholat berjamaah itu hanya sholat yang Nabi Muhammad contohkan seperti Sholat Tahajud, Sholat Tarawih, Sholat Jenazah, Sholat Gerhana, itu berjamaah," ujar Ustaz Khalid Basalamah. "Nabi tidak mencontohkan sholat berjamaah seperti Sholat Duha, ini tidak pernah ada contoh dari Nabi SAW berjamaah," tambahnya. Karena tidak pernah dicontohkan Nabi, Ustaz Khalid Basalamah pun kembali menegaskan kalau Sholat Duha tidak bisa ditunaikan secara berjamaah.

"Jadi tidak boleh Sholat Duha dilakukan berjamaah," jelasnya. Sholat Duha memiliki banyak keutamaan jika dikerjakan secara istiqomah oleh umat muslim. Keutamaan ini banyak dikaitkan dengan lancarnya rezeki, karena setara dengan 360 sedekah.

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim) Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi:

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, ja nganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad) Hal ini sesuai dengan sabda Raulullah:

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha dan mampu menjaganya setiap waktu, niscaya Allah mengampuni dosa dosanya. Sekalipun dosa dosanya itu banyak seperti buih di lautan.” (HR. Tirmidzi dari Abu Daud Ra) 4.Sholat Duhasebagai Wasiat Rasulullah Dari Abu Hurairah Ra berkata:

“Kekasihku Rasulullah saw telah berpesan kepadaku supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” ( HR. Buhkari dan Muslim). Mengerjakan shalat dhuha tentunya akan mendapatkan pahala. Pahala dari shalat dhuha setara dengan pahala mengerjakan umrah. Sesuai dengan isi hadist dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah." (Shahih al Targhib : 673)

Rasulullah bersabda: “Setiap pagi ada kewajiban untuk tiap tiap persendian bersedekah. Tiap tiap tasbih itu sedekah, tiap tiap tahlil sedekah, tiap tiap tahmid sedekah, tiap tiap takbir sedekah, tiap tiap menganjurkan kebaikan sedekah, tiap tiap mencegah yang mungkar sedekah dan cukup menggantikan semua itu dengan dua rakaat shalat dhuha”. (HR Muslim) Di Indonesia, waktu ini terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur.

Menurut Ustaz Abdul Somad, waktuSholat Duhamulai 12 menit setelah matahari terbit dan selesainya 10 menit sebelum waktu Dzuhur. Waktu yang lebih utama adalah setelah seperempat siang, atau sekitar 9.00 WIB untuk wilayah Jakarta.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close