Metropolitan

Cerita Bocah SD Ditabrak Hingga Kaki Putus, Ingat Warga Hanya Memvideokan, Ingin kembali Sekolah

Calvin Borsitzki (11) masih ingat detik detik sebuah mobil pick up menghantam dirinya hingga membuat kaki kanannya putus. Ditemui awak media, Calvin seperti menguatkan dirinya. Ia mengaku merasa sudah baikan dari sebelumnya. Dengan bahasa yang lugas, Calvin bercerita mengais sisa ingatannya tentang kejadian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya itu.

Calvin heran, saat dirinya kesakitan setelah tertabrak mobil pick up dan kakinya luka parah hingga putus di bagian betis, warga langsung ramai mengerubungi. Namun hampir tidak ada satupun yang menolongnya, hanya seorang pria yang berusaha mendekat namun tak kuat karena mual. Sedangkan puluhan orang lainnya hanya mengerubungi dan memvideokan dirinya yang saat itu tak berguling guling tak berdaya menahan sakit.

"Waktu itu langsung ramai. Tapi orang orang cuma nonton sama videoin doang enggak ada yang nolong. Eh ada satu orang yang mau nolong tapi dia enggak kuat terus enggak jadi," ujar Calvin. Setelah 10 menit ia menahan sakit dalam kondisi yang memprihatinkan, akhirnya ayahnya datang dan membawanya ke rumah sakit. Calvin mengatakan, ia dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil pick up, tapi bukan mobil pick up yang menabraknya.

Sang ayah meminta tolong kepada mobil pick up yang lewat untuk membawanya ke rumah sakit. "Naik mobil pick up. Bukan, bukan ambulans," ujarnya. Di Rumah Sakit Siloam, ia langsung mendapat pertolongan, dan dioperasi demi membuat kondisi lukanya tidak semakin parah.

Hingga kini, ia masih dirawat dengan balutan perban di kakinya dan tangan diinfus. "Harapannya ingin cepat sembuh, mau sekolah lagi," harap anak kelas V SD itu. Kini, Calvin dirawat di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Kabupaten . Kakinya dilibat perban coklat, tangannya diinfus dan ada selang kecil ke arah hidungnya.

Seperti lebih dewasa dari usianya, Calvin paham akan kondisi dirinya. Anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Lisa dan Thomas yang berkebangsaan Austria itu, mengetahui kalau ia butuh kaki palsu untuk bisa kembali beraktivitas normal. "Mau pakai kaki palsu. Tapi katanya pakai tongkat dulu sampai lukanya kering," ujar Calvin saat ditemui awak media, Kamis (29/8/2019).

Ia memiliki tekad kuat untuk kembali bersekolah. "Harapannya ingin sembuh, mau sekolah lagi," ujarnya. Calvin bercita cita ingin menjadi seorang koki.

Baginya, memasak di dapur, mengiris bumbu, memotong sayuran dan daging adalah pekerjaan yang keren. "Mau jadi koki. Ya mau masak apa saja kalau bisa nanti," ujarnya dengan nada tinggi, antusias. Saat ini, ia mengaku sudah bisa masak telur.

"Bisa masak telur. Iya digoreng bisa," ujarnya tersenyum. Muhamad Calvin Borsitzki (11) kini hanya bisa tergeletak di kasur Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menunggu pemulihan kakinya. Kaki kanan Calvin terlihat dibalut perban coklat.

Ia mengaku masih merasakan sakit di bagian kakinya itu. Meski mengaku masih merasa sakit, namun sorot matanya tajam. Ia sama sekali tidak seperti orang sakit saat berbicara. Dengan kuatnya, Calvin bercerita tentang kondisinya.

Tangan kanannya masih menancap jarum infus. Begitu juga di hidungnya, ada selang bening yang direkatkan di sana. Setelah kejadian itu, kaki Calvin langsung dioperasi dan dirawat dengan pengawasan dokter.

Tidak ada harapan lain, Calvin hanya ingin sembuh. Peristiwa itu sama sekali tidak pernah terpikirkan di benaknya. "Harapannya ingin cepat sembuh, mau sekolah lagi," ujarnya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close