Internasional

Dinas Rahasia Israel Jadi Tertuduh penting Mossad 4 Pakar Nuklir Iran yang Tewas Dibunuh

Iran memutuskan meningkatkan proyek pengayaan uranium sebagai bagian pengembangan proyek nuklir mereka. Keputusan itu merupakan hasil rapat kabinet pemerintahan Presiden Hasan Rouhani, dan disampaikan Minggu (5/1/2020) di tengah prosesi pemakaman Mayjen Qassem Soleimani. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan keputusan terbaru iran terkait program nuklir itu tetap dalam koridor Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015.

Iran menurut Javad Zarif akan terus bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). "Kerja sama penuh Iran dengan IAEA akan berlanjut," kata Zarif dikutip kantor berita FARS News. Langkah itu direspon Presiden AS Donald Trump lewat twit misterius di akun Twitternya (terverifikasi), Senin (6/1/2020) malam WIB atau pukul 10.00 waktu Washington.

“ IRAN WILL NEVER HAVE A NUCLEAR WEAPON! ” demikian cuitan Trump, yang langsung disambar berbagai media online, termasuk Sputniknews.com sebagai Breaking News. Program nuklir Iran yang telah dijalankan bertahun tahun, menyisakan banyak cerita mengerikan. Terutama rentetan kematian para pakar nuklir Iran sepanjang 2010 hingga 2012.

Dikutip dari laporan berbagai media, antara lain The Guardian , Time, Russia Today, dan Wikipedia.com, terdapat sekurangnya empat ilmuwan nuklir Iran dibunuh di berbagai tempat, termasuk di kampus tempat mereka mengajar. Mereka terdiri atas Masoud Alimohammadi, Majid Shahriari, Darioush Rezaeinejad dan Mostafa Ahmadi Roshan. Beberapa lain lolos dari usaha pembunuhan, termasuk Fereydoon Abbasi.

Metode metode pembunuhannya beragam. Mulai penggunaan bom magnetik yang ditempelkan di mobil target, hingga ditembak mati menggunakan pistol, seperti dialami Darioush Rezaeinejad. Sedangkan Masoud Alimohammadi terbunuh dalam ledakan bom sepeda motor.

Pemerintah Iran secara terbuka menuduh Israel terlibat dalam pembunuhan tersebut. Pada 2011 dan 2012, otoritas Iran menangkap sejumlah warga Iran yang diduga telah melakukan kampanye pembunuhan atas nama Mossad (dinas intelijen Israel). Badan intelijen barat dan pejabat AS dilaporkan mengkonfirmasi hubungan operasi itu dengan Israel.

Pada Juni 2012, pemerintah Iran menyatakan telah menangkap semua pembunuh ilmuwan nuklir mereka. Israel tidak mengkonfirmasi atau membantah keterlibatannya, tetapi Menteri Pertahanan Israel saat itu, Moshe Ya'alon menyampaikan pernyataan reteoris. "Kami akan bertindak dengan cara apa pun dan tidak mau mentolerir Iran yang bersenjata nuklir."

"Kami lebih suka hal ini dilakukan dengan sanksi, tetapi pada akhirnya, Israel harus dapat mempertahankan diri," katanya. Rangkaian kampanye pembunuhan ilmuwan nuklir Iran itu dilaporkan berakhir pada 2013 setelah tekanan diplomatik dari pemerintahan Obama, yang berusaha menegosiasikan pembatasan kegiatan nuklir Iran. Kelompok Mujahidin Rakyat Iran (MEK) ada di dalam daftar tersangka operasi pembunuhan itu.

MEK yang jadi kelompok bersenjata di Iran, dibiayai, dilatih, dan dipersenjatai Israel untuk membunuh para ilmuwan nuklir Iran. Informasi dari lembaga intelijen swasta AS, Stratfor, seorang ilmuwan Iran kelima diracun agen Mossad pada 2007. Pada Januari 2015, otoritas Iran mengatakan mereka telah menggagalkan upaya lain Mossad untuk membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran.

Tidak ada detail yang diberikan. Pada 11 Januari 2012, Mostafa Ahmadi Roshan, Wakil Kepala Fasilitas Pengayaan Uranium di Natanz, Iran memasuki mobilnya dan dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Tiba tiba bom yang ditempelkan di pintu mobilnya meledak.

Pria berusia 32 tahun itu tewas seketika, meninggalkan seorang istri dan putrinya yang bayi balita. Beberapa tahun sebelumnya, tepatnya 5 Januari 2007, Ardeshir Hosseinpour awalnya dilaporkan meninggal karena keracunan gas dari pemanas ruangan di rumahnya. Belakangan ia diketahui sengaja dibunuh agen rahasia Mossad.

Pada tahun 2014, saudara perempuan Ardeshir, Mahboobeh Hosseinpour, diwawancarai dari Turki yang diatur kelompok oposisi "Iran Baru", mengklaim saudaranya dibunuh Pengawal Revolusi Iran. Menurut adiknya Ardeshir menolak berpartisipasi dalam "program pengayaan nuklir Iran" untuk bom atom. Menurut Stratfor, Hosseinpour meninggal karena keracunan radiasi.

Pada 12 Januari 2010, pukul 07.58, sebuah bom dikendalikan dari jarak jauh terpasang pada sebuah sepeda motor, diparkir dekat mobil Masoud Alimohammadi. Bom meledak ketika Masoud meninggalkan rumahnya di lingkungan Gheytariyeh di Teheran utara untuk pergi ke sebuah universitas. Jendela rumah di sekitar rumah ilmuwan hancur oleh kekuatan ledakan, dan dua orang lagi dilaporkan terluka.

Pembunuhan itu dilaporkan dilakukan Majid Jamali Fashi, yang dalam pengakuan di televisi bertindak atas instruksi Mossad dan telah dilatih di Tel Aviv. Pada 29 November 2010, Majid Shahriari, seorang profesor di Universitas Shahid Beheshti terbunuh akibat ledakan bom sepeda motor di dekat mobilnya. Para pembunuh telah menempelkan sebuah bom, meledakkannya dari kejauhan.

Istri Shariari, Ghasemi, yang turut menumpang di dalam mobil, terluka dalam ledakan tersebut. Para pelakunya kemudian tertangkap. Dalam serangan bom hampir bersamaan, Fereydoon Abbasi, seorang profesor di Universitas Shahid Beheshti, dan istrinya terluka.

Pada 23 Juli 2011, ilmuwan fisika Darioush Rezaeinejad ditembak lima kali dan dibunuh oleh orang orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor di depan rumahnya. Saat itu ia bersama istrinya setelah menjemput putri mereka dari taman kanak kanak. Istrinya juga terluka dalam serangan itu. Majalah Der Spiegel (Jerman) sebagai "operasi publik pertama oleh kepala mengkonfirmasi serangan itu dilakukan agen agen Mossad di bawah kepemimpinan Kepala Mossad Tamir Pardo.

Istri Rezaeinejad, Shohreh Pirani, juga terluka dalam serangan yangdilakukan pria pria bermotor. Selama bertahun tahun Israel mengincar sekurangnya empat fasilitas nuklir Iran. Selain Natanz, target lain adalah pusat pengembangan dan reaktor nuklir di Isfahan, Busher, dan Arak.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close