Metropolitan

Go-Life Kutuk Aksi Kekerasan Seksual terhadap Mitra di Bandung

Polisi belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa mitra Go Massage di Bandung. Padahal korban telah melapor ke pihak berwajib."Iya benar (ada laporan)," ujar penyidik Polrestabes, Bandung, Jawa Barat, Ronald melalui sambungan telepon, Rabu (6/3). Mengutip Laporan Polisi dengan nomor LP/56/III/2019/JBR/POLRESTABES, dugaan tindak kekerasan seksual itu dilakukan pelaku berinisial L di Jalan Geger Kalong Hilir No 185A, Kecamatan Sukasari, Bandung.

Dalam laporan itu disebutkantindakan tak bermoral itu bermula saat Lmemesan jasa pijat melalui aplikasi Go Massage. Mendapat order, korban pun menjalankan tugas sebagaimana semestinya. Namun, saat pemijatan akan berakhir, pelaku dengan paksa membalikkan tubuh korban dan melakukan pemerkosaan. Korban pun berontak dan berteriak minta tolong. Tapi apa daya, pelakumalah membekap mulut korban dengan tangan.

Tak terima diperkosa, korban pun melaporkan aksi biadab tersebut ke Polres Kota Besar Bandung. Namun, sejauh ini pihak yang berwajib belum menetapkan siapa tersangka. Ronaldmengakubelum melakukan penyelidikan lebih lanjut mulai mulai dari keterangan pelaporan dan terlapor. Bahkan saat disinggung apakah laporan tersebut akan ditindak lanjuti, Ronald pun belum dapat memastikannya. "Tergantung, nanti kita lihat dulu," imbuhnya.

Terpisah, Head of GO LIFE Dayu Darasangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan biadab tersebut. Dia menekankan akan terus memberikan pendampingan kepada korban baik pendampingan dalam segi keamanan, hukum, serta perawatan dan pengobatan fisik maupun psikis. Di samping itu, GO LIFE juga sangat menjaga kerahasiaan identitas korban.

"Korban merupakan sosok mitra yang produktif dan juga berperan sebagai tulang punggung keluarga, dan kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan melindungi privasi identitas korban," ucapnya. Managemen GO LIFE, sambung Dayu,mengutuk segala bentuk kejadian yang membahayakan keamanan mitra maupun pengguna layanan, termasuk kekerasan seksual. "Keamanan dan kenyamanan pengguna dan mitra adalah prioritas utama kami," ucapnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Dayu menjelaskan sudahmemiliki SOP Anti Sexual Harassment yang berisi paduan terkait; bersifat antisipatif (pra kejadian), pada saat kejadian, sampai dengan pasca kejadian kepada seluruh mitra. Dia jugamengklaim telah bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat di berbagai kota untuk memberikan penyuluhan pertahanan diri, serta menyediakan emergency panic button di aplikasi mitra. "Kami juga senantiasa mengkomunikasikan ketentuan penggunaan layanan melalui in app message kepada para pengguna di halaman pemesanan," katanya.

Sebagai aplikasi on demand home service terbesar di Indonesia yang mendukung peningkatan kesejahteraan hidup para pekerja sektor informal, ia pun berkomitmen penuh terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna dan juga mitra sekaligus memberikan perlindungan.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close