Seleb

Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Nadiem Makarim Jadi Mendikbud Meski Tak Ada Background Pendidikan

Terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memang cukup menjadi sorotan. Rasa penasaran hingga tanda tanya besar memenuhi benak publik mengenai pertimbangan Presiden Jokowi memilih Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Nadiem Makarim mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin 21 Oktober 2019.

Mantan CEO Gojek ini datang mengenakan kemeja berwarna putih dan celana panjang hitam. Sejak awal, Nadiem Makarim santer dikabarkan menjadi calon kuat menteri kabinet Jokowi Maruf Amin. Hingga akhirnya Nadiem Makarim menerima tawaran sebagai Mendikbud dan meninggalkan jabatan lamanya sebagai CEO Gojek.

Nadiem Makarim sendiri tak memiliki jejak pengalam di sektor pendidikan. Tak heran kalau alasan terpilihnya Nadiem Makarim ini membuat penasaran. Presiden Jokowi akhirnya mengobati rasa penasaran publik dengan mengungkap alasan dirinya memilih Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat mengundang para awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Ada tiga alasan yang disampaikan Presiden Jokowi terkait dipilihnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud dalam Kabinet Indonesia Maju. Meski Nadiem dinilai tak memiliki latar belakang di sektor pendidikan, namun Jokowi menilai latar belakang Nadiem mendirikan perusahaan rintisan berbasis<span ></span>teknologi<span ></span>Gojek justru menjadi modal tersendiri.

Ia meyakini sosok Nadiem bisa menggunakan keahliannya di bidang teknologi untuk menerapkan standar pendidikan yang sama bagi 300 ribu<span ></span>sekolah<span ></span>dengan 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia. "Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar, manajemen guru sebanyak itu, dan dituntut oleh sebuah standar yang sama," jelas Jokowi. "Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan.

Sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin," ujar dia. Alasan itulah yang membuat Jokowi merasa yakin saat memilih Nadiem. "Oleh sebab itu dipilih Mas Nadiem Makarim," kata dia.

Jokowi juga mengatakan bahwa Nadiem telah bercerita banyak hal kepadanya tentang apa apa saja yang dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. "Ada peluang besar untuk, ada terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kira kira kurang lebihnya," ucapnya Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut bisa saja ada wakil menteri yang akan mendampingi Nadiem.

Ia menyebut nama wakil menteri untuk tiap kementerian akan segera diumumkan. <span ></span> Rela tinggalkan posisinya sebagai CEO di Gojek, gaji Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terungkap. Senin 21 Oktober 2019 kemarin, Nadiem Makarim memenuhi panggilan Presiden Jokowi untuk hadir ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bukan tanpa alasan Nadiem Makarim dipanggil oleh Presiden Jokowi. Sebelumnya sempat beredar kabar kalau Nadiem Makarim menjadi calon kuat sebagai menteri. Kedatangannya ke istana pun semakin memperkuat kabar tersebut.

Rabu 23 Oktober 2019 kemarin, Presiden Jokowi memperkenalkan jajaran menteri baru yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Perkenalan dilakukan di tangga teras Istana Merdeka. Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan SK Menteri kepada para menteri baru.

Telah menerima SK Menteri dari Presiden Jokowi, Nadiem Makarim kini resmi menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Sebelum menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem Makarim dikenal sebagai pendiri perusahaan jasa transportasi online, Gojek. Pria berusia 35 tahun ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Gojek.

Gojek kini menuai kesuksesan, Nadiem Makarim justru melepas jabatannya dan menerima 'pinangan' Jokowi untuk menjadi Mendikbud. Keputusan Nadiem Makarim untuk menjadi Mendikbud bukan tanpa konsekuensi. Gaji tinggi sebagai seorang CEO pun rela ia lepas.

Kini, gajinya akan ditanggung oleh negara dengan nominal yang tak lebih besar dibanding menjadi CEO Gojek. Lantas, seberapa besar gaji Nadiem Makarim sebagai Mendikbud? Melansir dari Kompas.com yang mengutip Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2000, gaji pokok seorang menteri sebesar Rp 5,04 juta per bulan.

Selain gaji pokok, para menteri juga mendapat tunjangan dari negara. Ketentuan ini ada di Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu. Dalam Pasal 2.e Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 disebutkan bahwa tunjangan yang diberikan kepada menteri sebesar Rp 13,6 juta per bulan.

Jika dijumlah, total gaji dan tunjangan yang diterima Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 18,64 juta per bulan. Di luar itu, menteri juga mendapat tunjangan operasional. Anggaran operasional menteri sendiri bisa mencapai Rp 120 juta 150 juta per bulan.

Namun tentu saja tunjangan tersebut sepenuhnya untuk membiayai kegiatan menteri, bukan untuk kepentingan pribadi. Para menteri juga diberi fasilitas rumah dinas dan mobil dinas. Kendati demikian, rumah dinas dan mobil dinas tentu saja harus dikembalikan ketika masa jabatan berakhir.

Nadiem Makarim sendiri selaku mantan CEO Gojek memiliki kekayaan mencapai Rp 1,4 triliun. Suami Franka Franklin ini merintis perusahaan Gojek sejak awal tahun 2011. Kala itu Nadiem Makarim hanya memiliki 10 karyawan dan 20 pengemudi atau mitra.

Berkembang pesat, Gojek kini telah memiliki ribuan mitra di seluruh penjuru negeri. Dengan investasi dan omset yang sangat besar, gaji Nadiem Makarim sebagai CEO Gojek tampaknya jauh lebih banyak ketimbang menjadi Mendikbud. Tentu saja keputusan ini sudah dipikirkan dengan matang oleh Nadiem Makarim.

Pihak Gojek sendiri kini bahkan sudah menunjuk CEO baru mereka yakni Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi.<span ></span>

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close