Travel

Ini Penjelasan Kominfo Viral di Medsos Warga Tionghoa Ngamuk Jeruk Dagangannya Tak Laku

Sebuah unggahan di Facebook membuat heboh warganet. Unggahan tersebut perlihatkan seorang pedagang yang mengamuk denganmenyebar dan membantingjerukdagangannya. Berikut ini adalah narasi yang terdapat dalam unggahan Facebook tersebut:

"???????????????????????? Hahahaa.. Di Malaysia..cina ngamuk..krn jerukny ngga ada yg laku. Gimana dengan di indonesia ?? Mulai sekarang jangan beli apapun produk milik orang china.. Ayo viralkan ????✊ ????????????" Unggahan tersebut mengatakan bahwa orang yang mengamuk itu adalah orang China yang ada di Malaysia.

Penyebab amukannya itu karena jeruknya tidak laku. Lalu, unggahan itu juga bernada provokatif yang menghimbau masyarakat untuk tidak membeli produk apapun milik orang China. Tentu hal ini menuai beragam tanggapan dari warganet.

Ada yang langsung terprovokasi dengan tulisan tersebut. Ada pula yang memberikan fakta lain terkait dengan video tersebut. Menanggapi kabar tersebut, Kominfo pun tak tinggal diam.

Melalui website kominfo.go.id , Kominfo segera membuat sebuah release guna mengklarifikasi kabar tersebut. Berikut adalah isi klarifikasidari Kominfo mengenai kabar tersebut: Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan warga Tiongkok mengamuk di Malaysia, gara gara jeruknya tidak laku.

Faktanya, bahwa warga Tiongkok yang tengah mengamuk. Namun amukan itu terjadi di suatu pasar kembang di Guangzhou, Tiongkok bukan di Malaysia. Selain itu, seperti dilansir akun twitter terverifikasi @RFA_Chinese bahwa mereka mengamuk lantaran menjadi korban terdampak wabah virus korona yang tengah menyebar masif di Tiongkok.

Bisnis mereka anjlok, sehingga mereka mengamuk sampai tak terelakkan. Klarifikasi Kominfo mengenai kabar tersebut dapat dilihat . Akun twitterterverifikasi @RFA_Chinese mengunggah video tersebut pada 25 Januari 2020.

"[Bisnisbesar di pasar bunga Guangzhou] [Pemiliknya marah dengan tanaman potnya (dagangannya)] Dipengaruhi oleh epidemi di Wuhan, atmosfer Tahun Baru China di seluruh negeri telah sangat berkurang. Bisnis pasar bunga sangat terpengaruh (dengan virus corona), dan pemilik kios menderita kerugian besar." Jadi, menurut unggahan @RFA_Chinese tersebut,kejadian itu terjadi dipasar bungaGuangzhou. Para pedagang membanting dan menyebar jeruk mereka bukan karena jeruk mereka tidak laku karena berasal dari China.

Namun, mereka membanting dagangan mereka karena mereka mengalami kerugian besar disebabkan oleh virus corona. Dengan kemudahan memperoleh informasi saat ini, kita juga harus ingat bahwa kabar hoaks pun juga mudah menyebar. Tugas kita sebelum mempercayai berita simpang siur seperti di atas adalah riset terlebih dahulu sampai menemukan fakta dari sumber terpercaya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close