Metropolitan

Ketua DPRD DKI Marahi Kepala Dinas Kebudayaan Sampai Gebrak Meja Polemik Formula E

Polemik surat rekomendasi penyelenggaraan Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas) masih belum berakhir. Ketua DPRD DKI Jakarta berang dengan persiapan yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Kekesalan Prasetio ini ia tumpahkan kepada Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana dalam rapat dengar pendapat mengenai izin revitalisasi bersama Komisi E DPRD DKI.

Politisi PDIP ini pun menilai, sebagai pejabat publik, Iwan tidak pantas menutup nutupi perihal surat rekomendasi tersebut. "Model lu jangan kayak jagoan bos, lu mau nantang nantang kita enggak apa apa. Lima tahun saya masih memimpin, ajak komunikasi dong, semua orang diajak komunikasi, pasti ada jalan keluar," ucapnya dengan nada tinggi, Rabu (19/2/2020). "Jangan merasa otak lu pinter sendiri," tambahnya.

Menurutnya, Iwan semestinya mengajak pihak pihak lain yang berwenang soal penggunaan kawasan cagar budaya untuk menggelar duduk bersama dan saling berdiskusi satu sama lain. Pasalnya, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Mundardjito merasa tak diajak bicara soal rekomendasi itu. Padahal, TACB sendiri diklaim sebagai pihak yang memberi rekomendasi penyelenggaraan di kawasan dalam surat yang dikirimkan Gubernur kepada Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Masalah TACB dan TSP (Tim Sidang Pemugaran) ini kan bisa diajak ngomong. Bapak sebagai pimpinan, ajak dulu ngomong bersama gubernur, setelah semuanya bertemu baru bikin statment," ujarnya dalam rapat. Politisi PDIP ini pun merasa tersinggung dengan pernyataan kontroversial Iwan tersebut. Ia pun menganggap Iwan tak menghargai para anggota dewan di parlemen Kebon Sirih.

"Saya baru ketemu ini, baru jadi Kadis langsung menghina dewan. Saya sebagai pimpinan di sini, saya pribadi tersinggung dengan ucapan bapak," kata Prasetio. "Kedua tolonglah buat surat yang betul. Saya sebagai pimpinan (DPRD DKI) tidak menolak loh adanya Formula E awalnya. Lu sebagai anak buahnya Gubernur kasih tahu, kalau ada Gubernur. Ada salah, kasih tahu," kata Prasetio sambil menggebrak meja. Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana sempat mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial.

Saat itu, Iwan mengklaim pihaknya yang berhak mengeluarkan rekomendasi soal penyelenggaraan di kawasan . Namun, ia terkesan menutup nutupi isi dari surat rekomendasi tersebut saat awak media mencecarnya. "Ini dapur kami. Dapur kami jangan anda lihat bahannya apa saja," kata Iwan, Kamis (13/2/2020).

Ketua DPRD DKI Jakarta menyemprot Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana dalam rapat dengar pendapat mengenai izin revitalisasi pada Rabu (19/2/2020) siang. Anak buah Gubernur ini kena omel pimpinan dewan lantaran sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial soal surat rekomendasi untuk menggelar di kawasan yang berstatus cagar budaya. Saat itu, Iwan mengklaim pihaknya yang berwenang mengeluarkan surat rekomendasi tersebut, namun terkesan menutup nutupi isi dari rekomendasi itu.

Bahkan, dirinya menyebut bahwa isi surat rekomendasi itu merupakan urusan dapur pihaknya dan publik tidak diizinkan mengetahuinya. Dalam rapat yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta ini, Prasetio pun mengungkap kekesalannya terhadap pernyataan Iwan tersebut. Pimpinan dewan ini pun meminta Iwan menjaga cara bicara yang dinilainya tidak sopan.

Saking geramnya dengan sikap Iwan, politisi PDIP ini pun sempat mengebrak meja dan meminta anak buah Anies ini menarik ucapannya itu. "Pak Iwan harus jaga bicara, masa begitu di media. Tolong tarik ucapan itu depan mata saya," ucap Prasetio sambil menggebrak meja, Rabu (19/2/2020). Tak sampai di situ, Prasetio pun menantang Iwan yang baru diangkat menjadi Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) pada 8 Januari 2020 lalu.

"Pak Iwan ini baru, tapi sudah berani menghina dewan. Sekarang Andahead to headdengan saya," ujarnya dengan nada tinggi. Melihat Prasetio marah hingga menggeprak meja, Iwan hanya tertunduk lesu tanpa bisa bicara sepatah kata pun. Politisi senior PDIP ini juga meminta Gubernur dan jajarannya untuk segera membereskan masalah surat rekomendasi penyelenggaraan di yang menuai polemik.

Surat tindak lanjut dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) soal rencana penyelenggaraan di kawasan yang dikirimkan oleh Gubernur pun dianggap Prasetio cacat administrasi dan merupakan bentuk pembohongan publik. Pasalnya, surat rekomendasi yang diklaim berasal dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dibantah langsung oleh sang Ketua TACB Mundardjito. "Pak Mundardjito tidak memberi rekomen. Besoknya katanya salah ketik. Pak asisten tolong bilang ke pak gubernur bereskan urusan persuratan," kata Prasetio.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close