Metropolitan

Kutuk Kasus Perampokan Yang Libatkan Sopir, Go Jek Juga Putus Kemitraan Dengan Pelaku

Terjadi peristiwa perampokan disertai penyekapan yang dilakukan oleh sopir taksi daring dengan korbannya seorang perempuan. Menyikapi kasus tersebut, Vice President Coorporate Communication Go Jek, Michael Reza mengutuk keras peristiwa tersebut. Dia memastikan telah memutus kemitraan dengan AS (31) dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Terkait isu ini, kami tidak hanya telah menindak tegas oknum tersebut dengan putus mitra, tetapi telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Michael melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/6/2019). Michael mengimbau bagi para pengguna jasa Go Jek untuk menggunakan fitur keselamatan yang tersedia jika terjadi tindak kriminalisasi oleh driver. "Kami selalu mengedepankan keamanan dan keselamatan untuk pengguna Go Jek, dan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fitur keamanan dalam aplikasi, serta segera menghubungi call centre Go Jek apabila menemukan tindakan yang tidak menyenangkan," kata dia.

Seorang penumpang taksi daring atau taksi online dirampok oleh pengemudi taksi tersebut pada Rabu (26/6/2019) malam. Pelakunya bernama Aris Suhandini (31). Tidak hanya merampok, dia juga menyekap korbannya. Korban adalah seorang perempuan dan karyawati sebuah pusat perbelanjaan berinisial SDP.

Pelaku mengikat kedua tangan korban menggunakan tali sepatu, dan mengancam akan membunuh korban, menggunakan antena mobil yang ujungnya ditajamkan. Bahkan, pelaku tega menghajar mulut korban, hingga salah satu gigi bawahnya patah, saat korban mencoba melawan. Di bawah ancaman fisik dan psikis, pelaku memaksa korban menarik uang dari rekeningnya melalui ATM sebanyak dua kali.

Total uang Rp 4 juta dari rekening bank korban, digasak pelaku. Setelah berhasil menggasak uang tunai korban, pelaku meninggalkan korban di kawasan Blok M. Karena peristiwa yang dialaminya, korban membuat laporan ke polisi, ditemani kerabatnya, setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, setelah menerima laporan korban, pihaknya bekerja sama dengan Go Jek, penyedia aplikasi transportasi online. Hasilnya, kataArgoYuwono, jajaran petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk pelaku di rumah kakaknya di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jumat (28/6/2019). "Pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Ia tak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya," kataArgoYuwonodi Mapolda Metro Jaya, Sabtu (29/6/2019).

Argo Yuwono menjelaskan, dari keterangan korban dan pelaku, perampokan dan penyekapan disertai ancaman ini, berawal saat korban pulang kerja dari Plaza Indonesia, Rabu (26/6/2019) pukul 21.00. "Korban hendak pulang ke kediamannya di Apartemen Green Bay Pluit, Jakarta Utara. Karenanya, korban melakukan pemesanan kendaraan taksi online dengan aplikasi Go Jek," paparnya. Tak lama, kataArgoYuwono, mobil taksi online pesanan korban, yakni Suzuki Ignis warna putih bernomor polisi B 777 NAY yang dikemudikan tersangka Aris Suhandini, datang dan menjemput korban.

"Di tengah perjalanan, yakni di Jalan Pluit Indah, Jakarta Utara, tersangka menepikan kendaraannya." "Lalu, pelaku melakukan pengancaman kepada korban yang duduk di bangku tengah, dan mengikat tangan korban dengan tali sepatu. "Pelaku juga mengancam korban dengan antena mobil yang ujungnya ditajamkan," beberArgoYuwono.

Kemudian, kata Argo Yuwono, pelaku membawa korban yang tangannya diikat tali sepatu, berputar putar. "Korban sempat berupaya melawan. Karenanya pelaku memukul wajah atau mulut korban hingga gigi bawahnya patah dan bibirnya memar." "Kemudian, mulut pelaku disekap dengan kaus kaki korban," jelasArgoYuwono.

Di bawah ancaman akan dibunuh, kata Argo Yuwono, korban akhirnya tak berdaya dan tak berani melawan. "Pelaku lalu membawa korban dengan kendaraannya ke rest area KM 21 Tol Jagorawi," cetusArgoYuwono. Di sana, pelaku memaksa korban menarik uang tunai dari rekening ATM, dengan menyebutkan nomor pin kartu ATM korban.

"Di ATM di rest area itu, pelaku mengambil uang tunai korban sebanyak Rp 2,5 Juta pecahan Rp 100 ribu," ungkap Argo Yuwono. Lalu, pelaku membawa korban ke sekitar Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, untuk kembali menarik uang dari ATM. "Di mesin ATM di kawasan Blok M, pelaku mengambil uang dari rekening korban sebanyak Rp 1,5 Juta."

"Jadi, totalnya ada uang Rp 4 Juta milik korban yang diambil pelaku," terang Argo Yuwono. Setelah itu, kataArgoYuwono, pelaku meninggalkan korban di Blok M. "Pelaku dua kali menarik uang dari ATM korban, karena ada keterbatasan penarikan uang saat pertama, dan tak ingin aksinya dicurigai, sehingga mencari ATM yang sepi," paparArgoYuwono.

Setelah ditinggalkan pelaku di Blok M, kata Argo Yuwono, korban menghubungi kakaknya dan minta dijemput. Korban juga menceritakan ke kakaknya, bahwa dirinya sempat dianiaya dan dirampok sopir taksi online. "Karena kedua tangan korban memar akibat diikat tali sepatu oleh pelaku, serta mulutnya lebam dan gigi bawahnya patah, ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk dirawat."

"Setelah itu, korban bersama kakaknya membuat laporan ke polisi," ucap Argo Yuwono. Dari laporan itu, pihaknya bekerja sama dengan Go Jek, dan akhirnya berhasil membekuk pelaku di Pondok Gede, Bekasi. Barang bukti yang disita, kataArgoYuwono, sebagian uang tunai korban yang diambil pelaku, antena yang ditajamkan, tali sepatu, serta kaus kaki untuk menyekap mulut korban.

"Juga mobil Suzuki Ignis yang dipakai pelaku ikut kita sita dan dijadikan barang bukti," kata Argo Yuwono. Karena perbuatannya, kataArgoYuwono, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Go Jek mengatakan, setelah mengetahui peristiwa dari laporan customer yang diterima Unit Darurat Khusus Go Jek, pihaknya langsung menghubungi kepolisian.

"Kami berterima kasih kepada Polda Metro Jaya yang langsung bertindak cepat menangkap oknum driver mitra kami karena melakukan kejahatan," kata Alvita di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (29/6/2019). Ia memastikan, Go Jek menanggung seluruh biaya perawatan medis korban mulai dari pemulihan psikis, fisik, dan semua pengobatannya. "Kami juga siap menawarkan bantuan hukum kepada korban atau customer, dan menyerahkan semua proses hukum pelaku ke kepolisian," cetusnya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close