Kesehatan

NIF Kirim Dokter Spesialis Anak ke Belanda Untuk Tingkatkan Kapasitas Profesional

Kesehatan ibu dan anak terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Diperlukan berbagai usaha multisektoral untuk mendukung kegiatan tersebut, salah satunya melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan seperti profesi Dokter Spesialis Anak/ pediatrician. Nutricia Indonesia Foundation (NIF) merupakan salah satu lembaga yang mendukung Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam program peningkatan kapasitas profesional dokter spesialis anak melalui NIF Scholarship Program. Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/9/2019) sebagai organisasi profesional independen yang tidak terikat secara bisnis dengan perusahaan manapun, Nutricia Indonesia Foundation (NIF) secara berkesinambungan terus berperan aktif memberikan berbagai dukungan untuk meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan anak anak di Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus Nutricia Indonesia Foundation, Prof. DR. Dr. Hardiono DPusponegoro, SpA(K) menjelaskan, NIF merupakan salah satu satu pelopor dan pencetus program pemberian beasiswa profesional kepada dokter spesialis anak di Indonesia. "Melihat tantangan kesehatan yang dihadapi anak anak di Indonesia saat ini dan di masa depan, penting bagi tenaga kesehatan seperti dokter spesialis anak untuk memiliki kemampuan serta jaringan tenaga kesehatan yang memadai. Setiap tahunnya, NIF secara konsisten memberikan beasiswa kepada 2 4 dokter spesialis anak untuk mengikuti fellowship program ke Belanda selama 3 6 bulan guna menambah wawasan, memperluas cakrawala dan pengalaman bekerja di institusi medis global,” ungkap Hardiono D Pusponegoro. Komitmen NIF diwujudkan dengan dukungan terhadap kemajuan kemampuan dokter spesialis anak melalui program beasiswa profesional dan pembangunan kapasitas (capacity building) seperti NIF Scientific Workshop serta pelatihan rutin setiap tahunnya bagi dokter spesialis anak di Indonesia. Bahkan sejak 1995, NIF telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 150 dokter spesialis anak di Indonesia.

Tahun ini, NIF kembali melaksanakan program unggulan NIF Scholarship Program yang akan mengirim 4 penerima beasiswa terpilih untuk mengikuti program fellowship di Belanda. Menjelang peringatan tahun ke 25 tahun depan, NIF kembali melakukan seleksi dan akan mengirimkan total 4 dokter spesialis anak dari Jakarta, Bandung, Padang, dan Manado ke Belanda pada 2020 mendatang. Selama tiga bulan, dokter spesialis anak penerima beasiswa akan berkesempatan memperkaya keilmuan dalam bidangnya, berkonsultasi dengan mentor yang ahli di bidangnya, serta menambah referensi studi kasus serta jaringan tenaga ahli berskala internasional.

Setelah melalui beberapa proses penyaringan, kandidat penerima beasiswa akan menghadapi wawancara seleksi pemilihan penerima beasiswa. Tahun ini, wawancara dilaksanakan pada tanggal 9 September 2019, bertepatan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak (PIT IKA IDAI) yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia di Manado. Pada kesempatan yang tersebut, Ketua dan Jajaran Dewan Pengurus NIF akan menyeleksi lima kandidat penerima NIF Scholarship Program bersama Danone Nutricia Specialized Nutrition selaku co founder NIF. Sementara itu, CEO Danone Nutricia Specialized Nutrition Indonesia,Connie Ang menyatakan, pihaknyapercaya bahwa peran tenaga kesehatan khususnya profesi dokter spesialis anak merupakan faktor penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

"Untuk itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung program program Nutricia Indonesia Foundation, terutama NIF Scholarship Program.Melalui dukungan beasiswa dari NIF, kami berharap dokter spesialis anak yang terpilih nanti dapat memberikan kontribusi yang nyata ketika kembali ke Indonesia dan dapat menjadi penggerak laju peningkatan kualitas kesehatan anak anak sebagai penerus masa depan Indonesia,” jelasConnie Ang.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close