Metropolitan

Pasar Dipasangi CCTV Hindari Kerumunan Penerapan PSBB Jilid 5 di Tangsel

Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB). PSBB di Tangerang Selatan kali ini sudah sampai jilid 5. Namun, tidak banyak perbedaan dari penerapan PSBB sebelumnya.

Restoran dan rumah makan juga sudah diperkenankan untuk makan di tempat (dine in) . Mal pun sudah boleh buka lebih leluasa, tentu dengan persyaratan ketat dan melalui peninjauan Gugus TugasCovid 19Tangsel terlebih dahulu. Wakil Wali Kota Tangsel,BenyaminDavnie, menyatakan, taman dan tandon belum akan dibuka untuk umum.

Hal yang sama berlaku bagi tempat hiburan malam. "Sementara belum dibuka taman kota, Jaletreng, Taman Kota Jombang, tandon. Menunggu situasi dapat dikendalikan,"ujar Benyamin, usai melepas sembilan peserta karantina Rumah LawanCovid 19yang sembuh, di bilangan Serpong, Tangsel, Minggu (14/6/2020). "Karaoke dan tempat hiburan malam juga belum bisa buka," kata Benyamin.

Pengawasan di pasar modern dan tradisional akan lebih diperketat. Pengelola pasar akan menyediakan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) untuk memantau kerumunan. Jika terdapat kerumunan, maka pihak pengelola pasar akan menegur menggunakan pelantang suara.

"Untuk di pasar kita serahkan keada pengelola pasar dengan catatan pasang CCTV dan pakai mikrofon, misalkan ada kerumunan atau pengelompokan orang, ya dilakukan pengumuman," ujarnya. Benyamin juga berbicara terkait toko emas yang diperbolehkan buka, sebagai bagian dari roda ekonomi masyarakat. "Karena orang menjual emas untuk kecukupan ekonominya," tuturnya.

"Tapi salon belum, karaoke belum, seperti itu belum," ujarnya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close