Travel

Penduduk Desa di Turki Ini Bisa Berkomunikasi Pakai Bahasa Burung Unik

Apakah di antara Traveler ada yang suka bersiul? Mungkin ada di antara Traveler yang suka bersiul saat menirukan suara burung. Tapi di sebuah desa di pegunungan Turki, penduduknya bercakap cakap dengan bersiul seperti burung, lo!

Bahasa ini juga dikenal dengan sebutan Turkish bird language atau bahasa burung dari Turki. Kebanyakan masyarakat dunia berkomunikasi menggunakan bahasa yang diucapkan. Kadang kadang, kita juga menggunakan bahasa tubuh atau isyarat tertentu sata berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa sehari hari dengan kita.

Nah, penduduk Kuşköy di Turki juga punya bahasa sendiri, yaitu bahasa burung ( bird language ) yang disebut “ kuş dili ”. Kuşköy terletak di pegunungan bagian utara Turki. Di sana, penduduknya menggunakan bahasa burung untuk bercakap cakap, bahkan dalam jarak jauh, Traveler. Seluruh percakapan menggunakan bahasa burung itu sama sekali tidak ada kata katanya, lo. Tapi, maknanya tetap berbeda beda seperti percakapan biasa.

Kuşköy merupakan desa petani, Traveler. Petani petani di sana sudah menggunakan bahasa burung untuk berkomunikasi selama 300 tahun, dan masih ada sampai sekarang. Mungkin banyak di antara Traveler yang sulit bersiul. Namun, bagi para petani, bahasa burung itu digunakan justru agar mudah berkomunikasi, lo.

Bahasa burung kuş dili awalnya digunakan supaya para petani bisa berkomunikasi dengan cepat dari bukit tempat mereka melakukan pekerjaan masing masing. Menurut penduduk Kuşköy, bercakap cakap menggunakan bahasa burung itu sudah seperti menggunakan telepon atau bercakap cakap dengan orang di dekat kita. Suara siulan memang terdengar mirip, namun orang yang menggunakan bahasa burung ini bisa memahami perbedaan setiap siulan lawan bicaranya, lo.

Ibarat kode morse, setiap siulan juga melambangkan kata atau maksud yang berbeda. Mereka bukan hanya memperhatikan suara, tapi juga frekuensi nada dan melodi siulan lawab bicaranya. Suara siulan yang dihasilkan bisa berbeda beda, tergantung jari apa yang digunakan untuk bersiul, Traveler.

Misalnya, jari jempol menghasilkan siulan bernada rendah sementara jari kelingking menghasilkan siulan bernada rendah. Selain jari, penggunaan lidah juga memengaruhi suara siulan yang dihasilkan. Siulan bernada rendah tidak bisa terdengar sejauh suara siulan bernada tinggi, Traveler.

Meski masih ada, bahasa burung dari Turki ini mulai berkurang penggunaannya. Rupanya, teknologi yang berkembang seperti ponsel membuat orang orang jarang berkomunikasi menggunakan bahasa kuş dili. Sekarang, para pengguna bahasa burung kuş dili berusaha mempertahankan keberadaan bahasa itu dengan mengajarkan anak anak untuk berkomunikasi menggunakan bahas burung kuş dili meskipun sudah ada teknologi.

Supaya sebuah bahasa tidak punah, juga harus sadar untuk menjaga bahasa itu kita dengan menggunakannya sehari hari.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close