Kesehatan

Penemuan Mengubah Dunia yang Sudah Ada Sejak 1966 Sejarah Hand Sanitizer

Hand sanitizer mungkin sudah tak asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih lagi saat ini masyarakat sedang mencegah penyebaran Covid 19, hand sanitizer laris manis di pasaran. Alkohol berbentuk gel ini memang mudah digunakan, mudah disimpan, serta memberikan proteksi terhadap bakteri dan kuman.

Namun tahukah Anda, bagaimana hand sanitizer pertama kali diciptakan? Apa itu hand sanitizer? Situs Encyclopaedia Britannica, Selasa (10/3/2020) menyebutkan bahwa hand sanitizer (biasa disebut juga hand antiseptic, handrub, atau hand rub) adalah benda (terutama berbentuk gel) yang diaplikasikan pada tangan dengan tujuan untuk membunuh bakteri patogen penyebab penyakit. Secara garis besar hand sanitizer dibagi menjadi dua jenis, yaitu berbasis alkohol dan non alkohol.

Hand sanitizer berbasis alkohol biasanya mengandung antara 60 95 persen alkohol dalam bentuk ethanol, isopropanol, atau propanol. Sementara hand sanitizer non alkohol biasanya terbuat dari disinfektan seperti benzalkonium chloride (BAC), atau triclosan. Hand sanitizer diciptakan pada 1966 oleh seorang siswa keperawatan asal California, AS, bernama Lupe Hernandez.

Pada waktu itu ia menyadari bahwa alkohol bisa dijadikan bentuk gel. Usai beberapa kali percobaan, Hernandez berhasil menemukan formula yang tepat. Hand sanitizer pun dikomersialisasi oleh beberapa perusahaan antara lain Purell dan Gojo pada 1988.

Sejak itu, hand sanitizer mulai digunakan di rumah sakit dan tempat tempat umum lainnya. Seiring berjalannya waktu, formula hand sanitizer pun berubah. Mulai tahun 2000 an, beberapa perusahaan membuat hand sanitizer yang dicampur dengan pelembap seperti glycerin, dengan tujuan untuk menghaluskan kulit.

Kemudian banyak hand sanitizer juga menggunakan pewangi. Efektivitas hand sanitizer berbeda beda. Namun secara garis besar, hand sanitizer bisa membantu untuk mengontrol transmisi penyakit infeksi termasuk Covid 19.

Terutama, di tempat tempat yang kesadaran akan cuci tangannya minim. Di tempat kerja misalnya, penggunaan hand sanitizer diasosiasikan dengan berkurangnya jumlah karyawan yang sakit. Di Sekolah Dasar di luar negeri, penggunaan hand sanitizer terbukti mengurangi jumlah siswa yang absen karena sakit.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close