Metropolitan

Penyebabnya Truk Bertonase Besar 21 Kecelakaan Renggut 9 Nyawa di Tangsel Sejak Awal Tahun 2019

Truk bertonase besar 'menghantui' kawasan Tangerang Selatan. Sebanyak 21 Kecelakaan Terjadi Sejak Awal Tahun 2019 yang disebabkan oleh truk truk besar tersebut. Tidak adanya batasan truk bertonase besar melintas di Tangerang Selatan kerap menjadi petaka bagi sejumlah pengendara lainnya.

Pasalnya, dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangerang Selatan, batasan waktu operasional hanya diterapkan di Jalan Raya Serpong. "Di wilayah hukum Tangerang Selatan baik yang masuk area Kota dan Kabupaten Tangerang dari Januari 2019 itu 21 kejadian," kata Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan, AKP Lalu Hedwin, Rabu (23/10/2019). Dari 21 insiden itu, sebanyak 9 nyawa melayang akibat terlibat insiden dengan truk bertonase besar. Sedangkan belasan orang mengalami luka luka.

Disampaikan Lalu, 9 orang yang meninggal dunia itu beragam mulai dari pengendara sepeda motor hingga pengemudi sopir truk. "9 meninggal dunia pada kecelakaan yang melibatkan angkutan barang, tapi bisa juga (sopir) truknya atau bisa yang lain," jelas Lalu. Sementara itu, sejak Januari sampai Oktober 2019, setidaknya 1.600 truk bertonase besar yang kerap melintas di Kota Tangerang Selatan ditindak oleh kepolisian.

Ditambahkan Lalu, saat ini Perwal Tangerang Selatan terkait jam operasional truk bertonase besar hanya mengatur di ruas Jalan Raya Serpong yang hanya memperbolekan lewat mulai pukul 22.00 05.00 WIB. Sehingga, truk yang melintas di jalur selain Jalan Raya Serpong pun tidak melanggar perwal dan dipersilakan untuk lewat tanpa ada batasan waktu. Hal itu pun menjadi kerasahan bagi masyarakat lantaran harus berbagi jalan dengan truk bertonase besar.

Kendati demikian, Lalu bersama anggotanya tetap menindak truk truk yang melanggar aturan lalu lintas, termasuk kelengkapan suratnya. Sebelumnya diberitakan sejak Januari sampai Oktober 2019, setidaknya 1.600 truk bertonase besar yang kerap melintas di Kota Tangerang Selatan ditindak oleh kepolisian. Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan, AKP Lalu Hedwin, mengatakan, truk yang ditindak oleh petugasnya itu diproses lebih lanjut sampai tingkat pengadilan.

Lalu pun juga menunggu kepastian revisi dari Peraturan Wali Kota (Perwal) Tangerang Selatan terkait perbatasan jam operasional truk bertonase besar. "Mulai Januari sampai sekarang sudah sampai 1.600 an lah terhadap angkutan barang yang sudah kita tindak dan kita serahkan kepada pengadilan. Untuk selanjutnya tinggal bagaimana Pemda ini akan mau seperti apa kita siap mendukung," ujar Lalu di Mapolresta Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (23/10/2019).

Lalu mengatakan, saat ini Perwal Tangerang Selatan terkait jam operasional truk bertonase besar hanya mengatur di ruas Jalan Raya Serpong yang hanya memperbolekan lewat mulai pukul 22.00 05.00 WIB. Sehingga, truk yang melintas di jalur selain Jalan Raya Serpong pun tidak melanggar perwal dan dipersilakan untuk lewat tanpa ada batasan waktu. Hal itu pun menjadi kerasahan bagi masyarakat lantaran harus berbagi jalan dengan truk bertonase besar.

Kendati demikian, Lalu bersama anggotanya tetap menindak truk truk yang melanggar aturan lalu lintas, termasuk kelengkapan suratnya. "Kami menanggapi hal tersebut (keluhan masyarakat) dengan melakukan operasi terhadap angkutan barang tersebut, tapi sasaran bukan perwal, pelanggaran yang lain misal kelengkapan kendaraan SIM, STNK, muatan atau alat keselamatan," kata Lalu

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close