Metropolitan

Pesan Khusus buat Anak ‘Goresan Cinta dari Ayah’ Imam Nahrawi Tulis Surat dari Penjara

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tersandung kasus korupsi. Ia terlibat kasus suap dana hibah kepada KONI anggaran tahun 2018. Akibatnya, kini Imam Nahrawi pun harus menerima akibatnya untuk ditahan.

KPK menahan Imam Nahrawi selama 20 hari di Rutan Pomdan Jaya sejak Jumat 27 September 2019. Namun, kini Imam Nahrawi diketahui telah memperpanjang masa tahanannya. "Dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari terhitung sejak 17 Oktober sampai dengan 25 November 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (15/10/2019), dikutip dari Kompas.com.

Dari balik jeruji, Imam Nahrawi menuliskan sebuah surat untuk sang buah hati. 'Surat cinta' tersebut diekspos oleh istri Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah. Melalui akun Instagramnya, Shobibah Rohmah mengunggah 'surat cinta' tersebut pada Selasa 29 Oktober 2019.

Berada di tahanan tak membuat<span></span>ImamNahrawi<span></span>cuek akan keluarganya. Imam Nahrawi sempat menulis surat ucapan selamat ulang tahun untuk anaknya,<span></span>MohRobithNashrullah<span></span>dan<span></span>AhmadSirajFadlullah. Penampakan surat itu terlihat dalam foto yang diunggah istri<span></span>ImamNahrawi,<span></span>ShobibahRohmah<span></span>di akun Instagramnya, @obib_nahrawi.

Dalam surat itu,<span></span>ImamNahrawi<span></span>menuliskan bahasa arab. Di bawahnya, ada beberapa doa dan ucapan selamat ulang tahun. Berikut isinya:

"yang mengetahui rahasia dan hal hal yang tersembunyi, Yang memperkenankan semua doa, Ya Tuhanku, kasihanilah kami seluruhnya dengan semua perbuatan yang baik. Selamat ulang tahun ke 18 Moh. Robith Nashrullah.

Semoga Allah SWT selalu menjagamu untuk berbagai manfaat, maslahah, sehat, kuat, istiqamah membela yang benar." Abah<span></span>ImamNahrawi "Engaku pengampun kesalahan dan semua dosa kemaksiatan, Engkau penutup keburukan dan membatalkan kesalahan.

Selamat ulang tahun ke 19 A, Siraj Fadlullah. Semoga dikau selalu berdiri tegak, optimis, semangat melangkah berbuat terbaik untuk masa depan, Dengan usaha, doa, kerja keras mencari ridho Allah." Abah Imam Nahrawi

Pada keterangan postingannya,<span></span>ShobibahRohmah<span></span>menyebut surat itu sebagai goresan cinta dari sang suami. "goresan cinta dari tangan abah @nahrawi_imam..utk menyampaikan pesan cinta di birthday kesayangan2 @elshirto.siroj29 @bieth_awys Salam sayang dr abah dan peluk kasih dari ummah..dimanapun kalian..dimanapun kami…

Tak pernah terputus doa dan harapan kami utk segala yg terbaik bagi agama,dunia dan akhirat kalian… Fiddunya khasanah wafil aakhiroti khasanah.. Semoga kalian menjadi khourunnaas anfa’uhum linnaas..,"<span></span>tulisnya.

KPK memastikan akan menghadapi sidang praperadilan yang diajukan mantan Menpora<span></span>ImamNahrawi<span></span>pada Senin (4/11/2019) mendatang. Juru Bicara<span></span>KPK<span></span>Febri Diansyah mengatakan,<span></span>KPK<span></span>sedang mempelajari permohonan praperadilan yang diajukan oleh<span></span>ImamNahrawi. "Pada prinsipnya tentu kami akan menghadapi dan juga meyakini bahwa sejak awal kasus ini memang didasarkan pada bukti yang kuat," kata Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019), dikutip dari<span></span>Kompas.com.

Febri menyebutkan, tidak ada kebaruan dalam alasan permohonan praperadilan yang diajukan Imam. Menurut Febri, alasan alasan yang diajukan Imam sering ditemui dalam permohonan praperadilan sebelumnya. Satu di antaranya, kata Febri, alasan yang hanya mengacu pada KUHAP bahwa penetapan tersangka seharusnya dilakukan pada tahap penyidikan.

"Alasan ini sudah sering ditolak hakim, karena memang UU<span></span>KPK<span></span>mengatur secara khusus, bahwa sejak proses Penyelidikan,<span></span>KPK<span></span>sudah mencari alat bukti, sehingga ketika ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka pada saat Penyidikan dimulai sekaligus dapat dilakukan penetapan tersangka," kata Febri. Menurut Febri, ketentuan yang bersifat khusus ini memang seringkali tidak dipahami secara tepat sehingga para pemohon berulang kali menggunakan argumentasi tersebut. Lebih lanjut, Febri memastikan penyidikan perkara yang menjerat Imam masih terus berlanjut seiring proses praperadilan yang berjalan.

"Kami meyakini proses formil yang dilakukan KPK ataupun bukti substansi yang kami miliki kuat untuk terus melakukan penyidikan dan proses lanjutan," kata Febri. Sebelumnya diketahui, sidang praperadilan<span></span>ImamNahrawi<span></span>yang mestinya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin kemarin diundur menjadi Senin (4/11/2019) karena tak dihadiri pihak<span></span>KPK. Dalam praperadilannya, Imam mengajukan sejumlah petitum.

"Menyatakan menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya," demikian bunyi petitum pertama permohanan praperadilan<span></span>ImamNahrawi<span></span>tersebut. Kemudian, menyatakan penetapan tersangka terhadap<span></span>ImamNahrawi<span></span>yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/94/DIK.00/01/08/2019, tanggal 28 Agustus 2019 tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Berikutnya, menyatakan Surat Perintah Penahanan Nomor Sprin.Han/111/DIK.01.03/01/09/2019 tanggal 27 September 2019 tidak dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Petitum selanjutnya adalah memerintahkan kepada<span></span>KPK<span></span>untuk menghentikan seluruh tindakan penyidikan terhadap<span></span>ImamNahrawi. Serta memerintahkan KPK mengeluarkan Imam Nahrawi dari Rutan Pomdam Jaya Guntur sejak putusan dibacakan. Dalam kasusnya di<span></span>KPK, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14,7 miliar melalui staf pribadinya Miftahul Ulum selama rentang waktu 2014 2018.

Selain itu, dalam rentang waktu 2016 2018<span></span>ImamNahrawi<span></span>juga diduga meminta uang senilai Rp 11,8 miliar. Total penerimaan Rp 26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close