Bisnis

PLN UIP JBB Percepat Pembangunan SUTET 500 kV Tanjung Priok

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) mempercepat pembangunan Tower T.42 T.46 SUTET 500 kV Tanjung Priok Muara Tawar, Jakarta Utara. Hal itu setelah disepakati penandatanganan kerjasama terkait Penggunaan Tanah Industri (PPTI) dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) yang berlaku 30 tahun. General Manager PLN UIP JBB, Ratnasari Sjamsuddin mengatakan adanya perjanjian ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Sebagai salah satu unit yang bergerak di konstruksi infrastruktur kelistrikan, PLN UIP JBB berkomitmen untuk terus bergerak dan mewujudkan pembangunan yang andal sesuai dengan mandat pemerintah,” papar Ratnasari, Selasa (30/6/2020). Ratnasari menjelaskan tanah seluas 1.125 meter persegi di lahan C.03 KBN Marunda ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan lima tower SUTET 500 kV Tanjung Priok Muara Tawar. Menurutnya, jalur ini merupakan bagian dari proyek Looping Jakarta.

“Jalur ini sangat krusial dalam rangka memperkuat sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya,” lanjut Ratnasari. Jalur SUTET 500 kV ini sendiri merupakan proyek transmisi yang sangat penting untuk meningkatkan keandalan listrik di Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta. "Transmisi ini akan membawa energi murah dari pembangkit pembangkit listrik di bagian utara Jawa, sehingga dapat menekan biaya pokok penyediaan tenaga listrik," tuturnya.

Kendati masih berada di situasi pandemi Covid 19, PLN UIP JBB tidak berhenti untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan. Dalam kurun empat bulan terakhir, PLN UIP JBB mencatat prestasi dengan keberhasilan pemberian tegangan (energize) pada sembilan proyek. “Pandemi tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berkarya dan memberikan listrik yang andal untuk Indonesia,” tukas Ratnasari.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close