Nasional

Puan Maharani: Pentingnya Toleransi Bangsa untuk Masa Depan Indonesia

Pembukaan Rembug Nasional “Api Islam Untuk Peradaban Indonesia Masa Depan” yang digagas oleh Gerakan Suluh Kebangsaan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengapresiasi terbentuknya Gerakan Suluh Kebangsaan yang digagas oleh para pemuka agama, Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (27/2). Ia juga berharap gerakan ini dapat dijadikan momentum sekaligus forum yang bermanfaat untuk berdiskusi kerukunan umat beragama. "Saya harap gerakan ini juga dapat dijadikan momentum sekaligus forum yang bermanfaat untuk berdiskusi bagi masa depan kehidupan dan kerukunan umat beragama,” ujar Puan

Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki 714 suku, 1.100 bahasa, yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau. Sebagai bangsa yang besar dan memiliki keberagaman yang harus dijaga, Menko PMK juga mengingatkan agar pesta demokrasi yang nanti akan dilaksanakan dapat dilakukan dengan perasaan gembira sebagai bagian dari satu bangsa, jangan sampai perbedaan dapat memecah belah bangsa. Lebih lanjutnya, di dalam Indonesia modern istilah Api Islam mulai pertama dilontarkan oleh Bung Karno setelah mendalami Islam dalam masa masa perjuangan, termasuk pemenjaraan dan pengasingan terhadap beliau pada masa penjajahan. Bagi Bung Karno Islam adalah agama yang mendorong kemajuan bagi umat manusia dan semua bangsa di dunia. Bung Karno juga senantiasa menyintesiskan Islam dan nasionalisme serta menjadikan keduanya sebagai inti dari nilai nilai Pancasila agar dapat bersatu padu menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dan membangun negeri serta menghendaki bangsa Indonesia menjadi bangsa yang religius dengan cara saling hormat menghormati dan hidup berdampingan dengan damai, serta bertoleransi antar umat beragama.

Diakhir sambutannya Menko PMK mengatakan bahwa Pancasila, yang di dalamnya mengandung unsur unsur ke Islaman dan kebangsaan adalah laksana dua rel kereta api yang jika keduanya berdampingan dengan kokoh dan akan dapat mengantarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segenap rakyatnya yang majemuk, baik dari aspek suku, agama, ras, etnis dan antar golongan sampai kepada tujuannya yaitu suatu tatanan masyarakat adil dan makmur serta bahagia lahir batin melalui pembangunan spritual dan material secara seimbang. “Saya berharap forum ini akan menjadi “Api” dalam mengembalikan kejayaan Islam untuk peradaban masa depan khususnya di Indonesia dan umumnya Dunia Internasional. Mari kita wujudkan bahwa Islam adalah Rahmatan lil’alamiin ,” tutup Menko PMK. Hadir dalam acara ini Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Moh. Mahfud MD; serta Pimpinan Ormas Islam di Indonesia.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close