Nasional

Sampai Berlapis-lapis Video Tenaga Medis Perlihatkan Cara Mengenakan APD dengan Benar

Tenaga medis kini menjadi garda terdepan dalam menangani wabah Virus Corona (Covid 19). Padahal Virus Corona bukan hanya berbahaya, namun juga tergolong penyakit yang mudah menular. Tak ayal jika alat pelindung diri (APD) adalah pelindung utama bagi tim medis dalam menangani pasien yang positif Virus Corona.

Bukan hanya itu saja, penggunaan APD tenaga medis pun harus berlapis lapis. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki harus tertutup rapat dengan APD. HaL tersebut diketahui melalui kanal YouTube metrotvnews pada Jumat (28/3/2020).

Video tersebut berlatar di sebuah ruangan di rumah sakit. Terlihat seorang wanita yang merupakan tim medis berdiri menggunakan pakaian khas serba biru. Mulanya tim medis tersebut menggunakan masker terlebih dahulu.

Selanjutnya tim medis itu memakai sepatu boot yang masih akan dilapisi lagi oleh APD. Setelah bagian kaki aman, tim medis tersebut langsung memakai jas hazmat berwarna putih. Jas hazmat tampak berukuran besar mulai dari bagian kepala hingga kaki tim medis tertutup, kecuali bagian sekitar mata.

Tak hanya satu saja, ternyata tim medis tersebut memakai dua lapir jas hazmat. Sarung tangan latex juga dikenakan oleh tim medis. Mengingat tim medis harus juga bersentuhan langsung dengan pasien positif Virus Corona.

Setelah itu jas hazmat kembali dikenakan oleh tim medis tersebut. Kali ini jas hazmat itu berwarna biru dan cara pemakaiannya pun berbeda dari sebelumnya. Tak lupa, tim medis tentu memakai kacamata google berwarna bening.

Alat pelindung diri (APD) adalah kebutuhan vital yang saat ini keberadaannya sangat diperlukan para tim medis untuk menangani wabah Virus Corona (Covid 19). Di beberapa rumah sakit, sudah banyak tenaga medis yang mengeluh kekurangan APD. Melihat hal tersebut seorang relawan bernama Didi Yulianto memutuskan untuk mengambil tindakan membantu para tenaga medis.

Pada acara Prime Show with Ira Koesno, Kamis (26/3/2020), awalnya co host acara tersebut, Ronal Surapradja mengklarifikasi kabar yang menyebut Didi rela menjual motornya demi memperoleh APD. "Mas Didi ini sampai menjual motor untuk mengimpor bahan APD, betul ya Pak?" tanya Ronal. "Iya betul," jawab Didi.

"Apa yang mendasari Mas Didi ini melakukan itu?," tanya Ronal kepada Didi. Didi menjelaskan alasan dirinya rela menjual motor adalah, perasaan miris yang melihat sulitnya tenaga medis memperoleh APD. Ia juga mengatakan dirinya memiliki rekan di China yang dapat mengirimkan APD secara cuma cuma.

Tanpa ragu, Didi memutuskan menjual motornya untuk membiayai biaya pengiriman APD dari China ke Indonesia. "Karena untuk mencari masker, sama APD itu susah, dan mahal," katanya. "Kebetulan kita ada rekanan dari China yang dari sana bisa membantu untuk mencarikan, dan free, kita hanya membiayai untuk pengirimannya saja, makannya saya jual, karena kekurangan dana," lanjut Didi.

Ronal pun lanjut menanyakan apa pekerjaan yang dimiliki oleh Didi sehingga ia rela menjual motornya. "Pengangguran," jawab Didi sembari tertawa. Mendengar jawaban Didi, Ronal sempat terdiam, dan terkejut, ia tak menyangka relawan yang menjual motornya tersebut, ternyata seorang pengangguran.

"Luar biasa sekali Anda," kata Ronal. Didi kemudian APD yang ia peroleh telah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang berada di sekitar wilayah Jawa Tengah. "Kebetulan ada permintaan juga dari rumah sakit rumah sakit swasta di Pekalongan, Kendal, sama di sekitaran Semarang juga," kata Didi.

Terakhir, Ronal kembali menyampaikan apresiasinya atas pengorbanan Didi. "Mas Didi anda ini seorang pahlawan, terima kasih atas apa yang sudah anda lakukan, saya yakin ini akan menjadi motivas, inspirasi buat yang lainnya," ujar Ira. "Bahwa menjadi pahlawan bisa dengan cara apa saja," tambahnya.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close