Metropolitan

Sempat Ketakutan Alasan Tulis Status Kontroversi 5 Fakta Zikria Dzatil yang Hina Tri Rismaharini

Pemilik akun Facebook Zikria Dzatil yang hina Tri Rismaharini akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian. Wanita penghina Wali Kota Surabaya tersebut diketahui bernama Zikria Dzatil (43), sesuai nama di akun Facebook nya. Zikria ditangkap polisi di kediamannya yang terletak di Perumahan Mutiara Bogor Raya, Bogor, Jawa Barat, Jumat 31 Januari 2020.

Kasus yang menyeret Zikria berawal dari unggahan di akun Facebook nya pada 16 Januari 2020 lalu. Zikria mengunggah foto Tri Rismaharini dalam akun Facebook nya. Dalam unggahannya, Zikria juga menuliskan status yang dianggap menghina Wali Kota Surabaya tersebut.

Zikria dilaporkan oleh Ira Tursilowati yang merupakan Kabag Hukum Pemkot Surabaya yang telah menerima kuasa dari Tri Rismaharini. Sebelum menangkap Zikria, polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk mencari sosok yang 'bersembunyi' di balik akun Facebook Zikria Dzatil. Hingga akhirnya Zikria kini berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Berikut deretan fakta terkait sosok Zikria Dzatil yang hina Tri Rismaharini. Berdasarkan keterangan ketua RW tempat Zikria tinggal, Priyono, Zikria Dzatil sudah 4 tahun tinggal di Perumahan Mutiara Bogor, Katulampa, Bogor Timur. Awalnya rumah yang saat ini dihuni Zikria dan keluarganya hanya rumah kontrakan.

Namun kemudian, rumah tersebut dibeli olehnya. Zikria Dzatil diketahui memiliki tiga orang anak. Satu di antaranya, masih berusia dua tahun. Di Bogor, Zikria tinggal bersama suami dan tiga anaknya.

Priyono menambahkan, suaminya seringkali bekerja di luar Bogor dan pulang pada saat akhir pekan. Saat ditangkap pun, suami Zikria sedang tidak ada di rumahnya. Selain merawat anak anaknya, Zikria juga membuka warung kelontong yang menjual berbagai kebutuhan.

Warung kelontong tersebut dibuka di garasi rumahnya. "Jualan dia sembako di situ, warung di garasi itu, ada kopi, ada di situ," katanya. Zikria tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.

Di lingkungannya, Zikria tidak pernah menunjukkan kecenderungannya pada perpolitikan maupun tokoh politik tertentu. "Selama ini kalau orang orang partai itu ada simbol simbol tertentu atau pamflet atau apalah, ini enggak ada. Kampanye atau sosialisasi salah satu warga juga enggak pernah," katanya. Dari obrolan sehari hari, Zikria tidak pernah menunjukkan kebencian pada Risma.

"Saya kira umum aja kok, artinya ada kegiatan (di kampung), kemudian ada kegiatan ibu ibu juga ikut dan suaminya sendiri juga sering berjamaah di masjid enggak masalah," kata Priyono. Usai ditangkap pada Jumat (31/1/2020), Zikria kemudian menyampaikan permintaan maafnya pada Risma di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020). Ia meminta maaf sembari menangis tersedu sedu.

"Saya Zikria sangat menyesali apa yang saya lakukan ini karena pada dasarnya saya tidak pernah berniat untuk menghina Bunda Risma," katanya. Ia mengaku tersulut emosi lantaran Risma kerap dibanding bandingkan dengan tokoh yang ia kagumi. Zikria kemudian terpancing menulis status kontroversial tersebut.

Ia mengaku, diliputi kekhawatiran usai menulis status penghinaan tersebut di Facebook. Zikria takut dia dan anak anaknya di bully. Akibat perbuatannya itu, Zikria Dzatil terancam Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE serta Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close