Metropolitan

Siap 2 Ronde Fahri Hamzah Ditantang Sparring Bareng Jokowi Duo Eks Wakil Ketua DPR Latihan Tinju

Entah janjian atau tidak, Fahri Hamzah & Fadli Zon sama sama mengunggah video aksi latihan tinju di medsos, siapa yang siap sparring dengan Jokowi? Momen yang tak disengaja rupanya dilakukan oleh duo mantan Wakil Ktua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Entah memang janjian atau tidak, Fahri Hamzah dan Fadli Zon mendadak berbarengan berlatih tinju.

Fahri Hamzah dan Fadli Zon kompak mengunggah kegiatan berlatih tinju mereka di akun Twitter masing masing. Fahri Hamzah mengunggah video singkat saat ia berlatih tinju pada 19 November 2019 melalui akun Twitter @fahrihamzah. Dalam video tersebut, Fahri Hamzah mengenakan kaos hitam bertuliskan 'Break The Silent' dan celana panjang hitam.

Lengkap dengan sarung tinju, Fahri Hamzah melancarkan aksinya memukul habis samsak yang menjadi sasarannya. Tanpa henti, Fahri Hamzah melancarkan aksinya sebanyak 31 pukulan. Ia pun tampak terengah usai melakukan aksinya.

"Olahraga pagi yang berbahaya kawan2…." tulis keterangan pada unggahan Fahri Hamzah. Hingga kini, aksi Fahri hamzah pun sudah mendapatkan retweets 662 kali, like 3,743, dan komentar 1400. Hal yang sama dilakukan rekan Fahri Hamzah, Fadli Zon.

Berbeda dengan Fahri Hamzah, Fadli Zon tampak berlatih tinju ditemani Jojo 'Free Man'. Fadli Zon mengunggah aksinya berlatih tinju pada 19 November 2019, sama dengan Fahri Hamzah. Melalui video yang diunggahnya, Fadli Zon menyebut jika dirinya berlatih dengan calon juara tinju Nasional keras berat.

Ia mengenakan kaos hitam dan celana pendek lengkap dengan sarung tinju. Fadli Zon terlihat memukul sementara Jojo menangkis pukulan mantan Wakil Ketua DPR itu. "Pagi ini berlatih tinju dgn Jojo "Free Man" @jojotjandra calon juara tinju Nasional kelas berat yg akan bertanding tgl 29 November 2019 di Gor Pesanggrahan, Jakarta Selatan", tulis Fadli Zon pada keterangannya.

Hingga kini, aksi Fadli Zon sudah mendapat retweets sebanyak 192 dan like 1272. Melihat aksi latihan tinju mantan Wakil Ketua DPR, terdapat warganet pun yang menantang Fahri Hamzah untuk sparring bareng Presiden Jokowi. Tantangan tersebut ditulis oleh akun @LinaPAnandya.

Sembari akun @LinaPAnandya juga menyelipkan video Jokowi yang beberapa waktu lalu berlatih tinju di Istana Bogor. Aksi Jokowi berlatih tinju juga diunggah melalui video vlog Jokowi berjudul #JKWVLOG TINJU yang diunggah pada 3 Maret 2018 lalu. "Bagaimana kalau jadi sparring partner Pak @jokowi , ditunggu di istana Bogor Akhi," tulis akun @LinaPAnandya.

Tak disangka, Fahri Hamzah pun menanggapi cuitan akun @LinaPAnandya. Bahkan Fahri Hamzah siap memberikan dua ronde untuk Jokowi saat bertanding dengannya. "Aku kasi 2 ronde" balas Fahri Hamzah.

Wah ditunggu saja ya kapan Fahri Hamzah dan Presiden Jokowi akan beradu tinju! Terungkap masa kecil Fahri Hamzah sebelum jadi politikus terkenal. Sempat berjualan kopi keliling hingga menggembalakambing. Baru baru ini terungkap masa lalu Fahri Hamzah yang ternyata sudah merasakan kerasnya kehidupan sejak kecil.

Fahri Hamzah sejak kecil sudah membantu perekonomian keluarganya. Fahri Hamzah rela waktu bermainnya ia habiskan untuk berjualan kopi dan menggembala kambing. Kopi yang dijualnya bukan pada ruko yang menetap di tempat stategis, melainkan ia harus berkeliling mencari pelanggan.

Kendati demikian, perjuangan hidup yang ia lalui justru mengantarnya menjadi seorang politisi ternama. Fahri Hamzah kini dikenal oleh publik dan kerap wira wiri di televisi. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu blak blakan menceritakan masa kecilnya saat menjadi narasumber di acara Baru Empat Mata Trans 7.

Sebelum menyimak masa kecil Fahri Hamzah, perlu diketahui lebih dahulu mengenai sosoknya. Fahri Hamzah adalah seorang politikus Indonesia yang lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 10 November 1971. Dilansir dari Wikipedia, Fahri Hamazah tercatat pernah menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Mataram pada tahun 1990 hingga 1992.

Dia tidak melanjutkan kuliahnya di Unram dan memilih masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1992. Di UI lah kegiatan aktivis seorang<span ></span>FahriHamzah<span ></span>berkembang. Ia menjadi ketua umum Forum Studi Islam di fakultasnya, dan juga tercatat pernah menjadi ketua departemen penelitian dan pengembangan di senat mahasiswa universitas periode 1996–97.

Seiring bergulirnya Reformasi pada 1998, Fahri yang aktif di organisasi organisasi mahasiswa Islam di Jakarta turut membidani kelahiran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Malang, dan menjabat sebagai Ketua I pada periode 1998–1999. Fahri Hamzah ikut serta mengorganisasi gerakan gerakan melawan rezim Orde Baru bersama KAMMI. Bahkan, setelah jatuhnya Soeharto, ia bersama gerakannya tetap mendukung presiden baru B.J. Habibie, meskipun sebagian besar mahasiswa saat itu mulai menentang Habibie yang dianggap tidak berbeda dengan pendahulunya.

Dilansir dari tayangan Ini Baru Empat Mata di YouTube TRANS7 OFFICIAL Rabu (30/10/2019), Fahri Hamzah menceritakan masa kecilnya di Utan, Sumbawa. Fahri Hamzah sejak kecil membantu ibundanya untuk berjualan<span ></span>kopi<span ></span>ke kampung dan pasar. "Jadi di kampung saya itu, namanya kan<span ></span>Utan, di sana pegunungan, banyak orang menanam<span ></span>kopi, saya tinggal dekat pantai, tapi seminggu sekali orang dari pegunungan bawa turun<span ></span>kopi,<span ></span>kopinya enak sekali, terutama<span ></span>kopi<span ></span>Arabika," kata<span ></span>FahriHamzah<span ></span>kepada<span ></span>TukulArwana.

Menurut, sang ibu saat itu adalah seorang yang ahli menyangrai<span ></span>kopi, atau istilah sekarang sering disebut roasting. "Dan itu rutin, diroasting dengan ditambah rempah, beras, kelapa, kayu manis dan lainnya sesuai permintaan konsumen," jelas<span ></span>FahriHamzah. Kopi yang sudah diroasting itu kemudian ditumbuk sampai halus lalu dimasukkan ke dalam plastik.

"Waktu itu belum ada kemasan kemasan, itu saya rutin naik sepeda menjualnya ke kampung, ke pasar, simpan ke kios, karena itu katanya<span ></span>kopinya enak,<span ></span>kopi<span ></span>jahe namanya," kata<span ></span>FahriHamzah. Untuk itu setelah pensiun di DPR RI,<span ></span>FahriHamzah<span ></span>akhirnya mengeluarkan brand<span ></span>kopi<span ></span>yang dinamakan Kopi Revolusi. "Tapi ada riwayatnya, jadi dalam sejarah antara<span ></span>kopi<span ></span>dengan revolusi itu berjodoh.

Jadi kalau banyak orang ngopi, masyarakatnya itu revolusioner," jelasnya. Selain berjualan kopi, Fahri Hamzah juga sering membantu ayahnya untuk mengembala hewan ternak. "Ibu saya itu wiraswasta di rumah, bikin kue, kopi, abah saya petani dan beternak, kalau lagi libur saya ikut ke sawah, ada sapi, kuda, kambing, domba, ya kita ikut beternak, di kampung pilihannya hanya itu, tidak ada pilihan jadi menteri," ungkapnya.

Hewan ternak itu, kata<span ></span>FahriHamzah, merupakan sumber penghasilan keluarganya. "Ternak itu nanti kalau musim tertentu kita jual kalau tidak punya uang, itu jadi sumber penghasilan hari hari," jelasnya lagi. Kepada<span ></span>TukulArwana,<span ></span>FahriHamzah<span ></span>juga menceritakan kalau ia dan kakaknya,<span ></span>MarhamaHamzah, sangat senang berjualan sejak kecil.

"Jadi saya di kampung itu memang dari kecil suka dagang, ingat momen berharga itu kampanye partai politik, di depan rumah ada lapangan bola sering dipakai kampanye, jadi saya senang bawa makanan, gula gula untuk dijual di sana, dan itu membuat tabungan saya banyak," tuturnya. Bahkan kata sang kakak, mereka sampai berjualan ke sekolah. "Kita kalau sekolah juga suka bawa permen untuk dijual, kalau istirahan kita tawarkan kepada teman teman," jelas sang kakak.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close