Kesehatan

termasuk Penggunaan saat Sinyal Lemah 5 Kesalahan Penggunaan Ponsel & Dampaknya pada Kesehatan

Di zaman sekarang ini, ponsel menjadi salah satu gawai yang tak pernah lepas dari genggaman. Ke mana pun kita pergi, ponsel hampir pasti dibawa. Mulai dari ke dapur, ke toilet, ke kamar tidur hingga pergi bekerja atau sekadar pergi hangout bersama teman.

Sebab, ponsel tak hanya mempermudah komunikasi di mana pun dan kapan pun. Tetapi juga memiliki fitur yang menghibur dan menghindarkan penggunanya agar tidak ketinggalan informasi. Namun, penggunaan ponsel pintar alias smartphone menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan.

Pada dasarnya, ponsel merupakan transmitter sekaligus penerima elektromagnet. Artinya, ponsel dapat mengeluarkan gelombang radio. Meski belum terbukti, penelitian hampir selalu menunjukkan bahwa gelombang radio dapat mempengaruhi otak setelah mengalami paparan selama beberapa jam.

Gelombang radio dapat membuat seseorang terbangun selama jam tidur. Sehingga hal ini membuat kualitas tidur menurun. Jika kamu tidak bisa mematikan ponsel, cobalah untuk meletakkannya di ruangan lain atau menyetel mode pesawat (airplane mode) selama jam tidurmu.

Ada beberapa penelitian yang berfokus pada hubungan antara ponsel dan kanker. Khususnya terkait dengan transmisi sebesar 900 MHz yang membuat ponsel terasa panas. Kulit tubuh menyerap panas ponsel apabila selalu bersentuhan dengan ponsel.

Meski belum ada efek lain dari radiasi frekuensi radio pada tubuh manusia yang terbukti, rasio penyerapan panas akan menurun saat kita tidak menyentuh ponsel. Cobalah untuk menggunakan headset atau pengeras suara (loud speaker) saat bertelepon. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kontak langsung antara ponsel dan kulit.

Selain itu, apabila kamu tidak menggunakan ponsel, cobalah untuk menjaga jarak agar dapat mengurangi tingkat paparan radiasi. Ketika kamu melihat ikon sinyal lemah pada layar ponsel, artinya ponsel sedang mengeluarkan sinyal lebih kuat sebagai pemancar. Dengan begini, ponsel akan menggunakan energi lebih banyak.

Saat inilah, ponsel dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan. Penulis Disconnect: The Truth About Cell Phone Radiation, What the Industry Is Doing to Hide It, and How to Protect Your Family , Dr. Devra Davis merekomendasikan, sebaiknya kita menggunakan landline (jaringan tetap) atau menjaga jarak agar tidak terlalu berdekatan dengan ponsel ketika sinyal lemah. Sinyal lemah juga menyebabkan ponsel lebih panas dan dapat berpotensi menimbulkan bahaya.

Cahaya pada layar ponsel dapat mengurangi produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Inilah alasan mengapa kita sebaiknya menjauhkan ponsel saat tidur. Cahaya biru juga bisa menyebabkan sakit kepala dan masalah pada mata dan penglihatan.

Cobalah untuk me reset level kecerahan cahaya pada ponsel dan mengaktifkan filter blue light atau night light . Sudah umum diketahui, penggunaan ponsel dapat menyebabkan cedera pada jari tangan, seperti tenosynovitis. Namun, ada gangguan lain pada tubuh yang disebabkan oleh penggunaan ponsel.

Yakni, "text neck." Seperti namanya, text neck terjadi ketika seseorang menundukkan kepala atau membungkukkan leher untuk melihat layar ponsel. Hal ini menyebabkan tekanan pada tulang leher semakin meningkat.

Makin lama, beban yang dirasakan oleh leher akan menjadi lima kali lebih besar ketimbang massa kepala yang sebenarnya. Hal inilah yang dapat menimbulkan sakit leher dan postur tubuh yang abnormal. Sebaiknya, kamu memegang ponsel sejajar dengan pandangan mata, sehingga leher akan tetap tegak.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close