Metropolitan

Terminal Kampung Rambutan Sudah Ramai Didatangi Warga yang hendak Mudik

Pandemi virus corona atau Covid 19 di Jakarta membuat sebagian warga merasa resah. Sejumlah wargabahkan ada yang sudah meninggalkanJakarta untuk kembali ke kampung halaman. Akhirnya, gelombang warga yang mudik sudah mulai terlihat meski lebaran belum tiba.

Mengenai hal itu, menyesalkan warga yang mencuri start di tengah masa upaya pemerintah menekan jumlah Pasien positifvirus corona. Kepala , Made Joni membenarkan bila meski terjadi penurunan keberangkatan penumpang, sejumlah warga nekat . "Keberangkatan penumpang menurun, tapi masih ada yang . Kebanyakan yang memang setiap dua minggu rutin ," kata Made saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020).

Pihaknya pun tak bisa melarang karena hingga kini atau DKI urung mengeluarkan larangan . Baik dan DKI Jakarta hanya meniadakan program gratis bagi warga yang sebelumnya rutin digelar. "Kalau pelarangan kan kebijakan dari pemerintah pusat melalui atau Gubernur DKI. Kalau memang dilarang ya nanti kita larang," ujarnya.

Joni menuturkan pihaknya hanya dapat mengimbau warga agar tak berpergian jauh dan melakukan upaya pencegahan penularan virus . Yakni lewat cara penyemprotan disinfektan, pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang dan awak bus, hingga penyedian hand sanitizer. "Kita setiap malamnya sekarang ada penyemprotan disinfektan. Ini di luar penyemprotan hasil kerja sama dengan sejumlah pihak yang dilakukan sebelumnya," tuturnya.

Upaya pemerintah mengimbau agar warga tak dan membatasi aktivitas di luar rumah sebenarnya tak sepenuhnya gagal. Keberangkatan penumpang yang rata rata per harinya sebanyak 2.500 3.000 penumpang kini turun jadi 1.300 penumpang per hari. "Ini data per tanggal 26 Maret, sejak dua minggu lalu sebenarnya sudah turun dan semakin ke sini terus turun. Diprediksi jumlah keberangkatan terus menurun lagi," kata Joni.

(Kemenhub) melaporkan adanya masyarakat yang melakukan ke berbagai daerah, meski pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk tidak melaksanakan . Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub mengatakan, pelaksanaan lebih cepat tersebut terlihat dengan meningkatnya jumlah penumpang di berbagai terminal sejak tanggal 20 hingga 22 Maret 2020. Menurut dia, tindakan itu terjadi akibat melambatnya roda perekonomian Jakarta yang diakibatkan merebaknya virus corona. Hal tersebut mendorong pekerja khususnya di sektor informal untuk pulang ke kampung halaman masing masing.

Untuk merespons fenomena tersebut, Budi telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah terkait, agar dapat melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona. Jawa Tengah disebut sebagai provinsi dengan wilayah yang mengalami peningkatan kedatangan terbanyak. "Ada beberapa di Jawa Tengah yang ada lonjakannya, di Wonogiri, Purwokerto, Solo dan beberapa tempat lain. Mapping nya memang banyak yang cenderung balik ke daerah masing masing," katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan, peristiwa prematur ini telah mengakibatkan meningkatnya jumlah ODP virus corona di beberapa daerah, sebagai salah satu contohnya Sumedang, Jawa Barat. "Baru saja kami terima laporan di Sumedang ODP meningkat karena dapat limpahan dari Jabodetabek. Ini tuh belum puncaknya, maka kalau enggak ada pelarangan kita khawatir ini akan makin luas Covid nya dan menambah zona merah," tutur Adita. Lebih lanjut, agar peristiwa prematur ini tidak terus berlangsung, pemerintah akan segera mengeluarkan keputusan terkait rencana larangan pelaksanaan Lebaran 2020.

Rencananya, keputusan mengenai larangan ini akan dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. "Kami semua dari eselon I merekomendasikan untuk pelarangan bagi masyarakat," ucap Budi.

Tags

Widya Aprilyanie

Seseorang yang pemarah tidak selalu bijaksana. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak, dia takkan menjadi apa apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close